SerambiIndonesia/

Refleksi Hari Santri, Tu Sop Jeunieb Minta Santri Jangan Diamkan Kebenaran

kebenaran yang tidak tersampaikan secara merata akan tenggelam dan hancur oleh kebatilan yang tersampaikan secara meluas

Refleksi Hari Santri, Tu Sop Jeunieb Minta Santri Jangan Diamkan Kebenaran
tu sop 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ulama Aceh Tgk H. Muhammad Yusuf A Wahab yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb mengajak para santri untuk terus menyampaikan kebenaran.

Sebab, kata Tu Sop, secara umum, kelemahan terbesar para pelaku kebenaran dewasa ini adalah kekalahan mereka dalam menguasai opini publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Tu Sop dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Sabtu (21/10/2017), sebagai refleksi pada peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober.

“Hari ini di dunia global terjadi phobia Islam di berbagai negara. Ini terjadi karena lemahnya arus dakwah yang dilakukan oleh umat Islam. Jauh lebih lemah dari ‘dakwah’ mereka yang phobia terhadap Islam. Di sinilah diperlukannya peran santri untuk terus menyuarakan kebenaran dalam setiap ruang, sehingga kebenaran menjadi opini publik, “ ujar pemimpin Dayah Babussalam Jeunieb Bireuen ini.

(Baca: Tgk Faisal Ali: Kader NU Harus Kuasai Media Sosial)

Tu Sop menjelaskan, saat Nabi Muhammad Saw meminta ummat untuk ‘sampaikan kebenaran walau hanya satu ayat’, maka lihatlah di masa itu bagaimana para sahabat setelah mendengar satu nasihat dari Rasulullah Saw, semuanya bergerak menyampaikan. 

“Maka kemudian kebenaran menjadi opini publik, karena sebuah kebenaran dari Rasulullah Saw disampaikan secara massif oleh semua sahabat,” ujarnya.

“Maka begitu juga hari ini, kalau para santri terus menyuarakan kebenaran, maka kebenaran juga akan menjadi opini publik. Begitu sebaliknya, kebenaran akan dianggap kebatilan jika para santri mendiamkannya,” tambah Tu Sop.

Tu Sop juga menerangkan, kebenaran yang tidak tersampaikan secara merata akan tenggelam dan hancur oleh kebatilan yang tersampaikan secara meluas dalam semua lapisan dan kawasan.

(Baca: 14 Orang Tertimbun Longsor di Penang, Dua Tewas, Kebanyakan Pekerja)

Nilai-nilai kebenaran yang ada pada santri yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah Saw dan sahabat, akan terdegradasi oleh aliran-aliran atau pemikiran yang menyimpang, di mana dalam penyampaiannya lebih cepat dan lebih luas jangkauannya dan lebih sistematis.

“Akibatnya, kebenaran yang diwariskan dalam dunia santri akan menjadi tenggelam bukan karena dia tidak benar dan tidak baik sehingga dituduh eklusif, tetapi oleh sebab lemah di dalam strategi dakwah dan pembentukan opini publik,” ungkap Tu Sop.

Intinya, kata Tu Sop, kalau pelaku kebenaran diam, maka yang terjadi adalah kebenaran itu akan dikesankan sebagai kebatilan.

Menurutnya, penyampaikan kebenaran oleh para santri juga harus memenuhi aspek hikmah, mau’idhah hasanah, dan mujadalah dengan cara yang ahsan (terbaik), proporsional (sesuai dengan kebutuhan publik) dan professional.

“Artinya, sampaikan argumentasi Islam dengan cara-cara yang terbaik sehingga kebenaran bisa diterima dan menjadi opini publik,” pungkas Tu Sop.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help