MoU Tinggal Tandatangan

Rencana menjadikan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah bersama PON XXI 2024 terus

MoU Tinggal Tandatangan
RAYUAN SUKMA

* Bidding Tuan Rumah PON Aceh-Sumut

MEDAN - Rencana menjadikan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah bersama PON XXI 2024 terus mengalami kemajuan. Bila tidak ada perubahan, MoU kerja sama ini akan ditandatangani pekan depan di Medan.

Langkah maju ini diperoleh setelah pengurus KONI Aceh dan Sumatera Utara kembali mengadakan pertemuan di Medan sejak Jumat (20/10) malam dan Sabtu (21/1). Kedua belah pihak telah sepakat memasukkan usulan pembukaan PON diselenggarakan di Aceh, sedangkan penutupan dilangsungkan di Sumut.

Kesepakatan lainnya ialah penanggung-jawab pelaksanaan PON diserahkan kepada masing-masing gubernur. Sumatera Utara juga tidak keberatan bila koordinator pelaksanaan PON XXI 2024 diemban oleh Aceh.

“Pada prinsipnya Sumatera Utara sangat mendukung Aceh untuk menjadi tuan rumah PON. Tidak ada masalah bagi kami mendapat porsi lebih kecil, yang penting Aceh bisa menjadi tuan rumah yang baik,” kata Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis.

Ia menilai kesepakatan baru ini telah menyempurnakan susunan draft bidding (penawaran) yang akan didaftarkan ke KONI Pusat. Secara garis besar kata dia, Aceh dan Sumut sudah tidak memiliki kendala.

“Kendalanya mungkin kedua gubernur sama-sama orang sibuk. Apalagi Sumut sedang persiapan pilkada serentak, jadi agak sulit menyatukan jadwal kedua gubernur untuk menandatangani MoU,” kata John.

Meski begitu, KONI dan Dispora Sumut berupaya penandatanganan MoU ini dilakukan sebelum pendaftaran bidding dibuka KONI Pusat pada bulan depan. Target ini pun didukung Wakil Ketua KONI Aceh, T Rayuan Sukma. Bahkan Rayuan menargetkan MoU sudah ditandatangani kedua gubernur pada 30 Oktober. “Deadline MoU tanggal 30 Oktober. Kemungkinan penandatanganan di Medan,” kata Rayuan.

Menurutnya, penandatanganan MoU harus segera dilakukan karena pekerjaan lain sudah menanti. Salah satunya tentu melakukan pendekatan mencari dukungan provinsi lain. Sejauh ini dukungan telah diperoleh dari seluruh porvinsi di Sumatera. Memang sempat muncul wacana Sumatera Barat dan Jambi juga bersatu menjadi tuan rumah bersama, namun seiring menguatnya kerja sama Aceh dan Sumut, wacana itu pun hilang.

“Paling tidak kita butuh dukungan 14 provinsi. Di Sumatera saja sudah ada sepuluh. Saya yakin lobi-lobi yang dilakukan Aceh da Sumut akan bisa mengambil suara dari Jawa,” timpal John.

Rayuan menilai Aceh dan Sumut harus sama-sama berjuang bila ingin memenangkan bidding tuan rumah PON. Ia berpendapat masing-masig provinsi sama-sama memiliki kelemahan bila maju sebagai tuan rumah tunggal. Kelemahan Sumut terletak pada status daerah yang sudah pernah menjadi tuan rumah PON, sedangkan kelemahan Aceh diakui Rayuan berada pada infrastruktur yang belum mencapai 50 persen.

“Kalau kedua daerah ini bersatu, tentu kelemahan-kelemahan tadi akan tertutupi. Aceh sendiri akan terus berjuang melengkapi pra sarana dan sarana olah raga untuk mewujudkan rencana tuan rumah PON,” tutur Rayuan.

Dalam pertemuan itu Rayuan didamping Ketua Bidang Sport Science dan Iptek Aldin Nainggolan, sedangkan Sumut diwakili Ketua KONI John Ismadi Lubis, Kadispora Baharuddin Siagian, Asisten III Pemprov Sumut OK Zulkarnain, dan sejumlah pengurus KONI Sumut.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved