SerambiIndonesia/

Tafakur

Pendekatan Persuasif

Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yg baik, dan bantahlah mereka dengan cara

Pendekatan Persuasif

Oleh: Jarjani Usman

“Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yg baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesunggunya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang sesat di jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” (QS. An Nahl: 125).

Demikian agung ajaran Islam, termasuk di antaranya mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengajak orang-orang ke jalan yang benar. Pendekatan persuasif berlawanan dengan pendekatan paksaan, suatu pertanda bahwa manusia tak mampu memberi hidayah.

Telah jelas disebutkan dalam Alquran bahwa Rasulullah SAW saja tak mampu memberi hidayah. “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS. Al Qashash: 56). Rasul hanya diperintahkan untuk menyampaikan tentang hal-hal yang benar, sedangkan yang memberi hidayah adalah Allah. Kalau Rasul SAW bisa memberi hidayah, tentunya telah memberi hidayah kepada paman-pamannya sendiri seperti Abi Thalib, Abu Jahal, dan Abu Lahab.

Namun demikian, ada di antara kita yang kadang suka melewati batas, dengan melakukan di luar yang diperintahkan oleh Allah. Bahkan ada yang bertindak keras terhadap orang-orang seiman yang dianggap sebagai orang lain. Padahal setiap diri kita punya sisi lemah dalam ilmu pengetahuan. Bisa jadi apa yang kita anggap pendapat kita lebih benar, malah tidak demikian. Allah lah yang maha tahu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help