Polresta Bongkar Prostitusi Online

Personel Opsnal Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)

Polresta Bongkar Prostitusi Online
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Sejumlah wanita yang diduga terlibat bisnis prostitusi online digiring petugas usai dihadirkan dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017). 

BANDA ACEH - Personel Opsnal Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membongkar praktik prostitusi (pelacuran) online melalui aplikasi chatting di Kota Banda Aceh, Minggu (22/10) dini hari.

Informasi yang diperoleh Serambi, penangkapan dan pengungkapan jaringan prostitusi online yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Banda Aceh itu, sekitar pukul 00.30 WIB.

Kabar tentang pengungkapan kasus prostitusi online itu berkembang begitu cepat dari satu pesan ke pesan lainnya, secara berantai.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin SH, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK yang dihubungi Serambi tadi malam membenarkan pengungkapan jaringan prostitusi berbasis online tersebut.

Tapi, menurut AKP Taufiq tadi malam, kasus tersebut baru akan dijelaskan secara detail dan lengkap dalam konferensi pers yang akan digelar besok (hari ini-red), Senin (23/10) sekitar pukul 10.00 WIB di Mapolresta Banda Aceh. “Jelasnya besok (hari ini -red) akan kita sampaikan kepada rekan-rekan media dalam konferensi pers di Polresta,” ungkap Taufiq.

Sementara itu, dari pesan berantai yang diterima Serambi disebutkan bahwa pengungkapan jaringan prostitusi online di salah satu hotel di Kota Banda Aceh itu, berawal dari informasi yang diterima petugas Opsnal PPA Satreskrim Polresta. Mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi prostitusi online antara seorang pria yang diduga germo alias mucikari berinisial AI (38), polisi langsung bergerak ke hotel dimaksud. AI langsung diamankan dari hotel tempat tersangka mengantar kedua teman wanitanya yang telah diminta oleh pelanggan.

Adapun cara AI melancarkan transaksi prostitusi online itu--masih dalam pesan yang diterima Serambi--bermulai pada Sabtu (21/10) sekira pukul 23.30 WIB, AI menawarkan dua wanita yang ikut diamankan (berstatus saksi), masing-masing berinisial NS (22) dan Me (23) kepada calon pelanggan melalui sebuah aplikasi chatting.

Setelah dicapai kesepakatan antara tersangka dan calon pelanggan, lalu pelanggan itu diminta memesan kamar di hotel tersebut. Lalu sesuai waktu yang telah dijanjikan, selanjutnya pelaku AI membawa kedua teman wanitanya itu ke sebuah hotel di lintasan Banda Aceh-Lambaro. Kedua wanita tersebut langsung diantar sampai masuk ke dalam kamar calon pelanggan.

Petugas Unit PPA yang tiba ke lokasi berhasil menangkap AI yang diduga germo alias mucikari dalam kasus tersebut. Dari penangkapan tersebut, polisi juga turut mengamankan 13 Hp milik pelaku serta saksi, satu dompet milik pelaku, dan uang tunai Rp 3.300.000.

Lalu, dari foto-foto yang beredar saat tersangka bersama para saksi diamankan di polresta, selain AI yang tampak di dalam foto, bersama tersangka juga terlihat ada enam wanita yang disebut-sebut masuk dalam jaringan prostitusi online tersebut. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved