Polisi Buru Satu Lagi Tersangka Prostitusi Online

Polisi masih memburu satu lagi tersangka yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi online yang baru-baru

Polisi Buru Satu Lagi Tersangka Prostitusi Online
Sejumlah wanita muda yang diduga korban kasus prostitusi online dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017). Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil menangkap seorang mucikasi dengan inisial (AI) yang diduga melakukan bisnis prostitusi online di salah satu hotel berbintang di kawasan Kota Banda Aceh, Minggu (22/10/2017). SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Polisi masih memburu satu lagi tersangka yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi online yang baru-baru ini berhasil diungkap personel Opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh. Tersangka tersebut adalah pria berinisial N yang menjadi kurir atau pengantar ‘pesanan’ ke AI (24), ‘papi’ atau germo yang dibekuk Minggu (22/10) dini hari.

Hal itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin SH dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10). “Ada satu lagi DPO kita, inisialnya N. Dia pembantu atau kurir dari AI, mereka bekerja berdua, tugasnya mengantar ke AI. Kita harapkan N segera menyerahkan diri, karena identitasnya sudah kita kantongi, tinggal tunggu waktu saja,” kata Saladin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (22/10) dini hari, polisi berhasil mengungkap prostitusi online di Banda Aceh dengan menangkap AI sebagai germo dan enam wanita yang disebut polisi sebagai korban dari praktik pelacuran terselubung tersebut. AI dan enam wanita ditangkap di sebuah hotel di lintasan Lambar-Banda Aceh malam itu.

“Kronologis penangkapan, awalnya ada info dari masyarakat sehingga kita kembangkan lalu polisi melakukan undercover, ikut memesan kepada tersangka atau si papi sehingga muncullah dia dan langsung kita tangkap bersama korban,” sebut Saladin.

Menurut Saladin, AI atau ‘papi’ mengaku sudah menjalankan aksinya secara online sejak dua tahun terkahir. AI belajar menjadi seorang muncikari dari seorang perempuan yang juga melakukan praktik yang sama. “Para wanita ini dikenalkan oleh ibu tersebut ke dia, lalu AI mengembangkan sendiri. AI tidak harus kenal dengan para korban, karena dia menggunakan N untuk menjemput,” sebut Saladin.

AI dijerat dengan Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP dengan ancaman kurungan badan selama satu tahun empat bulan. “UU ITE akan kita kenakan ke N tersangka yang belum kita tangkap, dia menggunakan Instagram dalam melancarkan aksi. Sedangkan AI, menggunakan pesan seperti SMS dan WA,” sebut Saladin.

Sedangkan para wanita yang menjadi korban, akan dikembalikan kepada orang tua untuk dilakukan pembinaan, lalu diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. Menurut Saladin, para wanita itu ada yang berasal dari Banda Aceh ada juga dari luar Banda Aceh.

Dalam konferensi pers kemarin, Kombes Pol T Saladin juga mengatakan, tarif wanita yang terlibat dalam bisnis pemuas syahwat itu beragam. “Tarifnya berkisar, 800.000 sampai 1,5 juta rupiah,” ungkap Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin.

Selain memburu N, polisi juga akan terus mengembangkan kasus prostitusi terselubung itu. Termasuk akan mengusut siapa saja pria hidung belang yang menjadi konsumen para wanita penghibur itu. Untuk itu, Polresta Banda Aceh berkerja sama dengan pihak hotel untuk melihat rekaman CCTV. “Akan kita kembangkan, apa ada oknum pejabat yang terlibat sebagai konsumen, mahasiswa, atau oknum lainnya,” sebut Saladin.

Kepada semua manajemen hotel di Banda Aceh, baik berbintang atau melati, Saladin mengimbau agar tetap mengindahkan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Setiap pasangan yang datang untuk menginap, pihak hotel berkewajiban bertanya mereka itu muhrim atau bukan, sebagaimana disebut dalam qanun. “Jika tidak membawa surat nikah, boleh dicek KTP-nya, jika alamat KTP tidak sama ini patut dicurigai, karena biasanya jika suami istri pasti alamat di KPT-nya sama,” pungkas Saladin.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved