SerambiIndonesia/

Salam

Awalnya Narkoba, Kemudian Mengerikan

Dua remaja yang masih berumur 17 tahun asal Kuta Makmur, Aceh Utara, ditangkap polisi atas dugaan telah

Awalnya Narkoba, Kemudian Mengerikan
Penangkapan bandar narkoba di jalan Aceh-Medan. Repro/Tribun Medan 

Dua remaja yang masih berumur 17 tahun asal Kuta Makmur, Aceh Utara, ditangkap polisi atas dugaan telah melakukan penganiayaan berat terhadap teman sekampungnya, Alfian yang masih berumur 13 tahun. Kedua tersangka yang naik sepeda motor sempat menyeret korban sekitar 10 meter di jalan desa, sehingga tangan korban patah dan sejumlah bagian tubuhnya terluka.

Aksi sadis itu berawal pada 12 Oktober 2017 saat Alfian menegur kedua tersangka yang “tertangkap basah” sedang memetik kelapa di kebun milik orang tuan korban. Diduga, kedua tersangka tersinggung, maka pada 16 Oktober 2017 sekitar pukul 11.00 WIB kedua tersangka mengajak korban memetik kelapa di satu kebun warga kawasan Kecamatan Kuta Makmur.

Kedua tersangka mengendarai sepeda motor, sedangkan korban bersepeda. Sesampai di lokasi kejadian, seorang tersangka yang duduk di belakang sepmor menarik tangan kiri korban hingga terjatuh dari sepeda. Tersangka menyeret korban hingga hingga 10 meter. Akibatnya, tangan kiri korban patah, pinggul luka robek, dan sejumlah bagian tubuh lainnya terluka, sehingga korban harus diopname di rumah sakit.

Usai menjalani opname di rumah sakit selama beberapa hari, pada 22 Oktober 2017, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke polisi yang kemudian menangkap kedua tersangka. Hingga kemarin kedua tersangka masih dalam tahanan pihak kepolisian.

Peristiwa itu sangat mengejutkan masyarakat. Banyak yang menilai aksi mereka sangat sadis. Polisi juga heran mengapa anak seusia itu sudah berbuat kejahatan sedemikian brutal.

Didasari kecurigaan bahwa aksi kedua tersangka terlalu berani dan nekat, maka polisi berinisiatif mengecek urine tersangka. Saat dicek, ternyata keduanya positif mengosumsi narkoba jenis sabu. Faktor ini yang diperkirakan penyidik membuat kedua tersangka bertindak brutal terhadap korban yang lebih muda dari mereka. “Ini juga sudah diakui oleh kedua tersangka. Keduanya tetap kita amankan untuk proses hukum selanjutnya,” kata polisi.

Para peneliti sudah sejak lama mengungkapkan, dampak buruk yang diderita para para pengguna narkoba antara lain mengalami gangguan kesehatan fisik, gangguan fungsi otak, dan lain-lain. Karenanya, “wabah” penyalahgunaan narkoba telah menjadi nyata di depan mata kita semua.

Perilaku menyimpang remaja di Aceh dan di mana pun, telah berdampak pada terganggunya ketertiban masyarakat yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kerawanan sosial. Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, dan lain-lain sudah alam dikenal sebagai daerah paling merajalela peredaran narkoba, khususnya. Ini terlihat dari jumlah sabu yang pernah disita serta jumlah pelaku yang ditangkap.

Efeknya, jumlah kejahatan lain juga sangat tinggi di daerah-daerah tersebut. Setiap kali terungkap kasus penganiayan serta pembunuhan, perampokan, pencurian, dan lain-lain, pelakunya mayoritas pecandu narkoba. Lebih mengerikan lagi, pelakunya banyak anak-anak usia muda, bahkan masih di bawah umur.

Maka, solusi paling tepat, awasilah aktivitas anak-anak dan bekali mereka dengan nilai-nilai islami agar menjadi benteng dari “serangan” narkoba.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help