SerambiIndonesia/

Tafakur

Menyebarkan Maksiat

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji tersiar di kalangan orang-orang yang beriman

Menyebarkan Maksiat

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat” (QS. Al-Nuur: 19).

Di zaman sekarang, banyak hal mudah dan cepat dilakukan. Termasuk menyebarkan maksiat, yang bisa dilakukan melalui beragam alat teknologi komunikasi sehingga maksiat menyebar kemana-mana. Namun sebagai orang beriman, kita diharapkan untuk mau bersabar dan tidak ikut-ikutan melakukannya agar terhindar dari dosa yang menggunung dan terus-menerus dan azab dari Allah.

Lebih-lebih kita tidak tahu berapa banyak di kalangan umat yang sudah terdampak (keburukannya) akibat menerima kiriman perbuatan maksiat. Dan tak tertutup kemungkinan, di antara orang yang menerimanya ada yang ikut menyebarkannya lebih luas lagi.

Demikianlah seterusnya. Kita juga tidak tahu bagaimana harus menghentikan keinginan orang-orang yang menerimanya untuk menyebarkan kepada orang lain lagi, sehingga pelaku pertama ikut menerima aliran dosa dari pelanjut-pelanjutnya. Sebagaimana diingatkan dalam suatu hadits, “Siapa saja yang mengajak kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka” (HR. Muslim).

Karena itu, setiap datangnya keinginan, kita harus senantiasa memperingatkan diri tentang dosa besar harus ditanggung, walaupun sudah tak lagi hidup kelak. Itulah pengingat yang paling efektif.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help