Spanyol Gelar Pemilu Catalonia, Kubu Pro-Kemerdekaan Mengecam

Madrid telah memerintahkan agar pemilihan baru anggota parlemen wilayah Catalunya harus digelar pada Desember nanti.

Spanyol Gelar Pemilu Catalonia, Kubu Pro-Kemerdekaan Mengecam
JEFF J MITCHELL/GETTY
Para pendukung kemerdekaan Catalunya di Barcelona kembali turun ke jalan mendukung keputusan parlemen wilayah itu yang memutuskan untuk merdeka, Sabtu (28/10). 

SERAMBINEWS.COM - Setelah membubarkan parlemen Catalunya, Pemerintah Spanyol menyatakan akan menyambut baik apabila pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont, ikut dalam pemilihan baru anggota parlemen di wilayah itu.

Madrid telah memerintahkan agar pemilihan baru anggota parlemen wilayah Catalunya harus digelar pada Desember nanti.

Pemerintah Spanyol telah membekukan status otonomi khusus Catalunya setelah parlemen wilayah itu memilih mendeklarasikan kemerdekaan.

Sebelumnya, Puigdemont menyerukan sikap "oposisi demokratis" terhadap sikap pemerintah pusat yang mengambil alih pemerintahan di wilayah tersebut.

Dia juga mengecam pembekuan status otonomi khusus wilayahnya. Puigdemont bahkan berjanji akan terus "bekerja untuk membangun negara yang merdeka".


Warga Madrid menggelar unjuk rasa mendukung keputusan pemerintah Spanyol yang membekukan pemerintahan otonomi Catalunya, Sabtu (28/10).
Warga Madrid menggelar unjuk rasa mendukung keputusan pemerintah Spanyol yang membekukan pemerintahan otonomi Catalunya, Sabtu (28/10). (PABLO BLAZQUEZ DOMINGUEZ/GETTY)

Spanyol dicengkeram krisis politik sejak Catalunya menggelar referendum kemerdekaan, yang digelar oleh pemerintahan separatis Puigdemont.

Aksi referendum -dilakukan awal bulan ini- menentang keputusan Mahkamah Konstitusi Spanyol yang memutuskan bahwa upaya referendum itu sebagai tindakan ilegal.

Pemerintah Catalunya menyatakan, dari 43% pemilih yang terlibat dalam pemilihan, 90% mendukung kemerdekaan.

Dan pada Jumat (27/10) lalu, parlemen wilayah itu menyatakan kemerdekaan, dan Madrid langsung menanggapinya dengan menyatakan bahwa tindakan itu melanggar hukum.



Carles Puigdemont menyerukan sikap
Carles Puigdemont menyerukan sikap "oposisi demokratis" terhadap sikap pemerintah pusat yang mengambil alih pemerintahan di wilayah tersebut. (REUTERS)

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy kemudian mengumumkan pembubaran parlemen Catalunya dan memecat Puigdemont sebagai pimpinan wilayah otonomi Catalunya. Dia juga memerintahkan segera digelar pemilihan anggota parlemen baru di wilayah itu.

Halaman
12
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help