PCTA Gelar Panggung Apresiasi Pemuda

Alumni Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Aceh menggelar panggung apresiasi pemuda dalam rangka memperingati

PCTA Gelar Panggung Apresiasi Pemuda
SERAMBI/HARI MAHARDHIKA
Komunitas Teater Kosong melakukan latihan untuk persiapan tampil pada pagelaran seni pertunjukan "Panggong Aceh" di Taman Budaya, Banda Aceh 

BANDA ACEH - Alumni Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Aceh menggelar panggung apresiasi pemuda dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda, di Taman Budaya Banda Aceh, Minggu (29/10). Kegiatan itu diikuti alumni dan anggota PCTA, pelaku seni, serta perwakilan sejumlah OKP.

Para pemuda menggelar ikrar secara bersama. Mereka berkomitmen terus memberikan yang terbaik untuk bangsa. Selain itu, kegiatan juga diwarnai penampilan seni tari dari beberapa komunitas yang ada di Banda Aceh.

Perwakilan Pelaksana Tugas Pokok (PPTP) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Aceh, Marsekal Pertama TNI Eris Widodo Y SE MTr (Han) selaku pembina PCTA mengatakan, anggota PCTA merupakan kader yang sudah mengikuti pembinaan yang diberikan Kemhan. Sehingga mereka menitipkan rasa sumpah pemuda kekinian kepada PCTA, sehingga semangat kepemudaan tidak akan luntur.

“Dengan kegiatan ini juga, saya titip kepada Parade Cinta Tanah Air supaya saling bersilaturahmi dan mengenal, sehingga nanti menemukan satu visi dan misi yang dapat diemban bersama-sama dalam rangka ketahanan nasional,” ujar Eris.

Ditambahkan, setiap tahun PCTA menambahkan anggotanya hingga 300-an orang. Saat ini anggota PCTA di seluruh Aceh berjumlah 1.500 orang. Namun dalam kegiatan kemarin, banyak anggota dari daerah yang tidak bisa hadir ke Banda Aceh. Ia berharap para pemuda dapat berkontribusi untuk bangsa sesuai dengan provinsi masing-masing.

Sementara tokoh pemuda Aceh, Jamaluddin mengatakan, terdapat beberapa masalah kepemudaan yaitu pengangguran dan narkoba, akibat dari dua masalah itu akan menimbulkan banyak masalah lainnya. Saat ini di era kemajuan teknologi, budaya dari luar semakin gencar masuk ke Indonesia, sehingga tidak semua pemuda dapat menerimanya dengan bijak dan akhirnya banyak yang terpengaruh. Bahkan dengan kondisi itu, nasionalisme pemuda juga menjadi masalah.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved