Banjir Landa Woyla Timur

Hujan lebat yang melanda Aceh Barat sejak Senin hingga Selasa (30-31/10) dini hari mengakibatkan

Banjir Landa Woyla Timur
IST
Banjir rendami Kecamatan Woyla Timur Aceh Barat, Selasa (31/10/2017) 

* Aktivitas Dua Sekolah Terganggu

MEULABOH - Hujan lebat yang melanda Aceh Barat sejak Senin hingga Selasa (30-31/10) dini hari mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Woyla Timur terendam. Banjir juga mengakibatkan aktivitas dua sekolah terganggu.

Berdasarkan informasi diperoleh Serambi kemarin desa yang dilanda banjir di Kecamatan Woyla Timur meliputi Blang Makmue, Gampong Baro KB, Tuwie Empeuk, Alue Seuralen, Rambong Pinto, dan Desa Blang Luah. Ketinggian air yang merendam pemukiman penduduk dan jalan bervariasi. Sedangkan dua sekolah di Kecamatan Woyla Timur yang terdampak banjir yaitu SMPN 3 dan SDN di Alue Meuganda.

“Ketinggian air terus bertambah. Namun sejauh ini belum ada warga yang mengungsi, masih tetap bertahan di rumah masing-masing,” lapor Ahkmul, warga setempat. Selain itu banjir juga mulai merendam Desa Napai Kecamatan Woyla Barat tetapi masih sekitar perkarangan menyusul meluapnya Krueng Woyla. Hal yang sama juga terjadi di Desa Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo setelah sungai Krueng Meureubo meluap.

Kabid Kedaruratan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Beni Kurdi kemarin mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan. “Kita masih terus memantau perkembangan,” katanya.

Beni menyebutkan banjir yang melanda sejumlah titik setelah dilanda hujan lebat sejak Senin hingga Selasa dini hari. Bahkan di Kecamatan Pante Ceureumen pada Senin malam juga ada beberapa desa terendam, tetapi air kembali surut. “Kita masih menunggu laporan dari Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat,” katanya.

Sementara itu dari Balngpidie, Kabupaten Abdya dilaporkan sekitar 20 hektare lahan sawah Kelompok Tani (KT) Makmue Beusare, Desa Ikue Lhueng, Kecamatan Jeumpa terendam banjir sejak Senin (30/10) malam.

Kondisi ini membuat petani tidak bisa menanam. “Semestinya, traktor turun untuk mengolah lahan sawah hari ini (Selasa, kemarin), tapi gagal karena lahan sawah terendam banjir setinggi satu meter lebih,” kata KT Makmue Beusare, M Johan kepada Serambi, Selasa (31/10). Banjir menggenangi areal sawah Desa Ikue Lhueng setelah diguyur lebat, Senin (30/10), sore sampai malam.

Peristiwa banjir seperti itu, menurut M Johan seperti sudah menjadi langganan dan meresahkan petani setempat. Peristiwa serupa dua lalu, puluhan ha sawah tersebut gagal tanam akibat banjir merendam dalam kurun waktu lama.

Kepala BPBK Abdya Amiruddin kemarin mengatakan normalisasi saluran dan sungai Desa Ikue Lhueng segera dilaksanakan dalam upaya mengatasi persoalan banjir genangan yang kerap melanda areal sawah petani setempat.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved