Kejari Aceh Timur Tunggu Audit BPKP

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, M Ali Akbar SH MH, mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih menunggu

Kejari Aceh Timur Tunggu Audit BPKP

* Terkait Dugaan Korupsi Bansos GP-PTT Kedelai 2015

IDI - Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, M Ali Akbar SH MH, mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih menunggu jadwal gelar perkara dan hasil audit pihak BPKP Perwakilan Aceh, terkait perkara dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan sosial bibit kedelai pada program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) kedelai pola non-kawasan di Kabupaten Aceh Timur yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2015.

“Gelar perkara di BPKP Perwakilan Aceh perlu dilakukan untuk menetukan apakah auditor dapat melakukan penghitungan kerugian keuangan negara (audit) atau tidak atas kasus ini. Karena hasil audit merupakan alat bukti yang penting dalam pembuktian tindak pidana korupsi,” ungkapnya, kemarin.

Selanjutnya, penetapan tersangka dalam kasus ini, akan dilakukan setelah adanya hasil audit terhadap kerugian keuangan negara atau setidak-tidaknya, setelah adanya hasil gelar perkara yang menyatakan bahwa auditor dapat melakukan penghitungan kerugian keuangan negara.

Karena itu, pihak Kejari Aceh Timur saat ini belum bisa mengungkapkan siapa tersangka kasus dugaan korupsi ini dan berapa nilai kerugian negara dalam perkara ini.

Kepala Kejari Aceh Timur, M Ali Akbar SH MH, mengakui ada pihak-pihak yang mencoba memeras beberapa pejabat terkait, dengan menjanjikan bisa melepas pejabat bersangkutan dari jeratan hukum. Hal ini karena proses hukum kasus ini masih menggantung dalam waktu yang cukup lama. Sehingga memberi peluang bagi pihak-pihak lain untuk memeras pejabat yang terkait dengan kasus ini.

“Jika ada oknum yang mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur atau para jaksa penyidik pada Kejari Aceh Timur yang meminta sesuatu (uang, barang, atau apapun dalam bentuk lainnya) terkait dengan penyidikan kasus ini, dengan maksud untuk mengamankan yang pihak-pihak dalam perkara ini, maka kami minta segera melaporkan kepada kami dengan menyertakan bukti-bukti, guna diproses hukum,” tegasnya.

Hingga saat ini, jaksa penyidik dari Kejari Aceh Timur telah memeriksa 59 saksi yang di antaranya merupakan pejabat dan mantan pejabat Pemkab Aceh Timur. Sementara tersangkanya belum ditetapkan jaksa, karena masih menunggu proses audit BPKP Perwakilan Aceh.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help