SerambiIndonesia/

Tafakur

Doa Ibu

Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku

Doa Ibu

Oleh: Jarjani Usman

“Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku hormati dengan baik?’ Rasulullah menjawab: ‘Ibumu!’ ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab: ‘Ibumu!’ ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab: ‘Ibumu!’ Sekali lagi orang itu bertanya: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah menjawab: ‘Bapakmu!’” (HR. Bukhari).

Setiap ibu punya rasa kasih sayang yang besar dan bahkan tak terhingga terhadap anak-anaknya, sehingga memberi nama yang baik dan diberi pendidikan yang baik. Nama yang baik itu diharapkan menjadi doa bagi kebaikan anak. Namun sayangnya, sebahagian anak tak menghormati ibunya.

Tak sedikit anak yang secara langsung atau tak langsung tidak menghargai doa ibunya. Buktinya, banyak anak yang menjadi pelaku kejahatan berat dan menganiaya orang lain. Bahkan ada yang mengajak orang lain dan berjamaah melakukan kejahatan di muka bumi ini. Hal ini dilakukan bukan hanya oleh orang-orang yang berpendidikan rendah, tetapi yang telah memperoleh pendidikan tinggi dengan sederet gelar terhormat. Akibatnya, dosa yang ditanggung berlapis-lapis.

Bila sang ibu mengetahui keadaan sesungguhnya anak-anaknya yang telah dibesarkan dengan susah payah, sungguh akan menangis sejadi-jadinya. Doanya samasekali tak dihormati Harapannya diabaikan. Kecewanya pasti tak sanggup diungkapkan dengan kata-kata.

Oleh karena itu, bila masih ingin menghormati ibu, walaupun telah meninggal dunia, kita hendaknya senantiasa berusaha menjadi orang baik, sebagaimana harapan atau doa ibu-ibu kita.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help