Hamdan Sati Minta Proyek Dipercepat

Bupati Aceh Tamiang melakukan monitoring sejumlah proyek yang didanai dengan uang otonomi khusus (Otsus)

Hamdan Sati Minta Proyek Dipercepat
SERAMBI/ M Nasir
BUPATI Aceh Tamiang, Hamdan Sati meninjau pelaksanaan proyek yang bersumber dari danai Otsus di Aceh Tamiang. Salah satunya lanjutan pembangunan jembatan Alur Tani di Kecamatan Tamiang Hulu, Kamis (2/11). 

KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang melakukan monitoring sejumlah proyek yang didanai dengan uang otonomi khusus (Otsus) di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Tamiang, Kamis (2/11). Dia meminta rekanan mempercepat pelaksanaan proyek tahun 2017 tersebut.

Kabag Humas Pemkab Aceh Tamiang Farid kepada Serambi, Jumat (3/11) mengatakan, dalam monitoring proyek yang dilakukan Bupati selama tiga hari, yang ditinjau antara lain, lanjutan Jembatan Alur Tani yang tinggal pasang rangka baja, jembatan Rimba Sawang, pondasi jembatan Bendahara - Seruway, bahu jalan Kampong Dalam, dan setpel penahan tebing sungai Tamiang di Tanjong Sementok. “Semua proyek tersebut rata-rata sedang dikerjakan dan realisasinya sekitar 60 persen,” ujarnya.

Di lapangan, tambah Farid, Bupati Hamdan Sati juga meminta rekanan agar mempercepat pengerjaan proyek, karena batas waktu tinggal sebulan lagi, sehingga proyek dapat selesai tepat waktu. Berbagai temuan bupati di lapangan langsung dilaporkan pihaknya kepada Gubenur Aceh melalui Ketua Tim P2K Aceh sesuai perintah Gubenur ketika meninjau pelaksaan proyek Otsus di Aceh Tamiang beberapa hari lalu. Di hadapan Bupati, pihak kontraktor juga menjanjikan pekerjaan tersebut selesai dikerjakan tepat waktu. “Saya menyampaikan langsung hasil di lapangan kepada Gubernur. Jika sampai batas waktu tidak selesai, Gubernur yang akan memblack list perusahaan yang tidak selesai proyeknya,” ujar Kabag Humas Farid mengutip pernyataan Bupati.

Saat meninjau proyek di Tamiang, Gubernur sempat melakukan rapat tertutup dengan Bupati Hamdan Sati, Sekda Tamiang Razuardi, Ketua DPRK Fadlon, dan Ketua Tim Pengendali dan Percepatan Kegiatan (P2K) Taqwallah serta perwakilan Dinas PU Aceh.

Irwandi kepada Serambi, mengatakan, secara umum proyek yang ditinjau berjalan baik dan pihak rekanan menjanjikan proyek tersebut selesai tepat waktu. “Kemajuan proyek berjalan baik, namun ada juga yang terkendala, namun dijanjikan selesai,” bebernya saat itu.

Black List Perusahaan
Sebelumnya Gubernur Aceh dr Irwandi Yusuf mewanti-wanti para rekanan yang mengerjakan proyek di Aceh jika pekerjaan tidak selesai sampai batas waktu yang ditentukan, pihaknya tidak ragu-ragu untuk memblack list perusahaan dan pemilik proyek tersebut. Ancaman tersebut disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat meninjau sejumlah proyek yang bersumber dari dana Otsus Aceh tahun 2017 di Aceh Tamiang.

Irwandi di Aceh Tamiang ikut meninjau proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Seruway dan Kecamatan Bendahara, pemasangan lift RSU Tamiang senilai Rp 1,1 miliar yang baru selesai 30 persen pengerjaanya, sistem pemadam kebakaran Rp 900 juta lebih yang baru selesai 31 persen, dan rehab ruang radiologi Rp 500 juta lebih dan baru selesai 35 persen pengerjaannya.

Irwandi langsung menanyakan kepada rekanan yang mengerjakan proyek tersebut apakah bisa selesai tepat waktu atau tidak. Seorang rekanan menjawab bahwa pekerjaan tersebut bisa dituntaskan, karena ada alat yang sudah dipesan di Pulau Jawa dan sedang dalam pengiriman. “Nanti kirimkan foto barang yang dikirim tersebut, berada dimana saat ini,” perintah Gubernur Aceh itu saat mengunjungi RSU Aceh Tamiang.(md)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved