SerambiIndonesia/

Polisi Zimbabwe Tahan Perempuan Warga AS, Gegara Cuitan di Twitter

Dia menghadapi tuduhan menghina presiden dan merencanakan penggulingan pemerintah, kata kuasa hukumnya kepada media AS.

Polisi Zimbabwe Tahan Perempuan Warga AS, Gegara Cuitan di Twitter
EPA/Guardian
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, 93 tahun, telah berkuasa di Zimbabwe selama tiga dekade. 

SERAMBINEWS.COM - Polisi Zimbabwe mendakwa perempuan Amerika karena menulis cuitan yang tampak menghina Presiden Robert Mugabe, menurut kuasa hukumnya.

Martha O'Donovan, 25 tahun, dituduh menyebut Mugabe sebagai "pria yang egois dan sakit", yang kemudian dibantahnya.

Dia menghadapi tuduhan menghina presiden dan merencanakan penggulingan pemerintah, kata kuasa hukumnya kepada media AS.

Penahanan terkait dengan cuitan di Twitter, tampaknya menjadi yang pertama kali di Zimbabwe sejak kementerian siber dibentuk pada bulan lalu.

(Baca: Laporkan Kasus Perkosaan, Gadis Ini Malah Terima Perlakuan Menyakitkan dari Polisi)

Dalam aturan hukum Zimbabwe, dakwaan rencana penggulingan pemerintah memiliki ancaman maksimum penjara 20 tahun.

O'Donovan, yang dilaporkan mengeloa TV Magamba, sebuah media online yang mempublikasikan video satir, "ditahan dalam penggrebekan di saat fajar di kediamanya di Harare," seperti disampaikan oleh organisasi pengacara HAM Zimbabwe Lawyers for Human Rights (ZLHR ) dalam sebuah unggahan di Facebook.

Polisi menuduh O'Donovan menulis cuitan: "Kita dipimpin oleh seorang pria yang egois dan sakit," menurut akun Twitter @matigary, kata Obey Shava, seorang pengacara ZLHR yang mewakilinya.

Cuitan tertanggal 11 Oktober, termasuk sebuah ilustrasi seorang pria yang menggunakan kateter, juga foto Mugabe dengan lingkaran yang ditarik di sekitar bagian tengah tubunnya.

Kedutaan besar AS di Zimbabwe belum menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Halaman
12
Editor: Zaenal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help