SerambiIndonesia/

Mengubah Karakter Aceh jadi Stiker Line

BAGI para pengguna akun line, tentu sudah tidak asing dengan keberadaan stiker yang dapat diunduh secara gratis

Mengubah Karakter Aceh jadi Stiker Line
Mirza Rahmatillah

BAGI para pengguna akun line, tentu sudah tidak asing dengan keberadaan stiker yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar. Dengan menampilkan beragam karakter dan ikon, pengguna line memanfaatkan stiker untuk mewarnai chatingannya.

Tak ketinggalan, sejumlah stiker yang menampilkan karakter orang-orang Aceh juga terdapat di toko stiker line. Adalah Mirza Rahmatillah, mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry yang selama ini menciptakan dan menyediakan stiker ala Aceh di line.

Saat ini sudah ada empat macam stiker milik Mirza yang bisa diunduh di line, yaitu dengan nama ‘Awak Aceh’, ‘Aceh Tok-Tok’, Aceh Hambo’, dan ‘Dekmus’. Stiker pertamanya ‘Awak Acek’ diterima oleh line pada Juni 2016, kemudian menyusul ‘Aceh Tok-Tok’ pada Maret 2017, ‘Aceh Hambo’ pada Mei 2017, dan terakhir stiker ‘Dekmus’ pada Oktober 2017. Terkait bahasa, tiga stiker menggunakan Bahasa Aceh dan satu stiker menggunakan bahasa Indonesia.

Saat ini, Mirza juga sedang menyiapkan beberapa stiker lainnya untuk dikirim ke line. Menurutnya, proses membuat stiker itu akan menghabiskan waktu yang lama di fase merangkai ide dan mendesain gambar. Karena pihak line membuat banyak aturan, jika stiker yang dikirim tidak boleh mengandung unsur SARA, sadis, kekerasan, politik, dan promosi brand.

“Stiker pertama yang saya kirim membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk proses verifikasi, karena seleksi untuk tembusnya memang agak ketat. Bahkan stiker saya pernah ditolak karena terdapat kata “Kalau di Aceh Harus Berjilbab’, padahal itu saya tulis pakai bahasa Aceh,” ujar pria asal Langsa yang akrab disapa Jirong itu.

Dalam menciptakan stiker, Mirza banyak terinspirasi dari realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, termasuk kata-kata unik yang sering disebutkan oleh orang Aceh. Ia mencontohkan stiker Dekmus, yang mengambar sosok pemuda Aceh yang berbicara dengan logat Aceh dan ciri khas kata-kata yang unik.

Dari kreativitasnya menyediakan stiker berkarakter Aceh, saat ini Mirza sudah mendapatkan jutaan rupiah dari pihak line. Namun ia mengaku belum mencairkan uang tersebut, karena saat ini masih ada stiker yang akan dikirim lagi. “Nanti saya cairkan sekalian,” tandasnya.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help