Menristekdikti: Aceh Butuh Ahli Tambang

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Prof Muhammad Nasir menyatakan Aceh membutuhkan

Menristekdikti: Aceh Butuh Ahli Tambang
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Menristekdikti Prof Muhammad Nasir, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Rektor di UTU Jasman J Ma'ruf, Minggu (5/11/2017). 

* Terkait Penemuan Ladang Migas di Simuelue

MEULABOH - Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Prof Muhammad Nasir menyatakan Aceh membutuhkan ahli tambang menyusul adanya temuan cadangan minyak dan gas (Migas) dalam jumlah besar di Kabupaten Simeulue.

“Di Simuelue ada minyak dan gas bumi. Maka Aceh perlu melahirkan para ahli di bidang pertambangan,” kata Menristekdikti pada kuliah umum di kampus Universitas Teuku Umar (UTU) di Meulaboh, Minggu (5/11). Ia berharap ketersediaan tenaga dan ahli pertambangan di sektor Migas harus segera dipersiapkan di Aceh.

“Maka UTU harus membuka program studi tambang untuk melahirkan lulusannya yang kemudian bisa mengelola potensi pertambangan yang ada di Aceh,” tambah Nasir. Menurutnya selain minyak dan gas bumi, seperti di Aceh Barat dan Nagan Raya juga terdapat ladang tambang batubara. Melihat fakta ini, kata Nasir, sebuah kebutuhan yang ril bahwa saatnya Aceh mempersiapkan tenaga dan para ahli bidang pertambangan melalui universitas yang ada di Aceh.

Menristekdikti menyampaikan sejauh ini Aceh baru memiliki empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yakni Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Univesitas Teuku Umar (UTU), Univesitas Malikussaleh (Unimal) dan Universitas Samudra (Unsam). Ia menyatakan selain PTN juga terdapat sejumlah PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang juga dalam pengawasan Kemenristekdikti. Pengawasan dilakukan setara dengan PTN yang mengikuti aturan yang berlaku.

Nasir juga meminta masyarakat selalu melakukan pengawasan terhadap kampus di Aceh sehingga tidak muncul kampus ilegal yang akan merugikan masyarakat. “Laporkan ke kita bila ada kampus tidak jelas, tentu akan ditindak. Untuk daerah pengawasa PTS ada pada Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta),” ujarnya.

Nasir meminta agar UTU terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan menyekolahkan dosen ke kampus ternama di Indonesia hingga ke luar negeri. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyambut baik kemajuan pendidikan di Kampus UTU sehingga diharapkan akan lahir sarjana yang handal dan dapat membuka lapangan kerja.

Rektor UTU Prof Jasman menyebutkan kedatangan Menristekdikti ke UTU merupakan yang kedua kali sejak kampus ini menjadi PTN pada tahun 2014. Dia sebutkan Kampus UTU kini terus berbenah dalam berbagai bidang.

Sementara itu Menristekdikti Prof M Nasir didampingi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kemarin juga melakukan penanaman pisang dan padi di kebun koleksi dunia di Kampus UTU di Meulaboh Aceh Barat.

Turut mendampingi Rektor UTU Prof Jasman J Ma’ruf dan Bupati Nagan Raya Jamin Idham serta anggota DPRA asal Aceh Barat, Aceh Jaya dan Nagan Raya. Selain menanam pisang dengan 36 jenis itu, Menristekditi disaksikan Gubernur Aceh juga menandatangani prasasti pembangunan Kampus UTU serta mengisi kuliah umum di kampus setempat.

“Kita berharap pisang yang ditanam nantinya mencapai ratusan jenis itu menjadi rujukan dunia. Bukan saja di Indonesia tetapi dari dunia akan datang ke UTU ini,” kata Menristekdikti.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved