Pengalihan Aset Fokus Perkantoran

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyatakan, bila solusi pengalihan aset milik Pemkab Aceh Utara

Pengalihan Aset Fokus Perkantoran
Suaidi Yahya 

* Suaidi Sepakat dengan Cek Mad

LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyatakan, bila solusi pengalihan aset milik Pemkab Aceh Utara ke Pemko Lhokseumawe yang ditawarkan dirinya bisa berjalan, maka pihaknya akan fokus terlebih dahulu ke aset perkantoran. Sedangkan, terkait pernyataan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib atau Cek Mad, terhadap keberadaan tiga aset meliputi pendopo, kantor bupati, dan gedung DPK Aceh Utara di Lhokseumawe yang tidak akan dialihkan karena bakal digunakan untuk menambah PAD Aceh Utara, Suaidi mengaku setuju saja.

Diberitakan sebelumnya, pengalihan aset milik Pemkab Aceh Utara yang berada di wilayah Kota Lhokseumawe sampai kini belum ada kejelasan. Terkait kondisi tersebut, maka Suaidi Yahya menawarkan solusi baru, yakni sebagian kecil (antara 20-30 persen) dana otonomi khusus (otsus) jatah Pemko Lhokseumawe tiap tahunnya digunakan untuk membangun perkantoran di Lhoksukon, yang secara otomatis nantinya akan menjadi milik Pemkab Aceh Utara, sebagai kompensasi terhadap aset Pemkab yang ada di Kota Lhokseumawe. Solusi ini pun disetujui Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib dan didukung DPRK Lhokseumawe serta DPRK Aceh Utara.

Suaidi Yahya kepada Serambi, kemarin, mengaku, tidak ada persoalan bila Bupati Aceh Utara mau mempertahankan tiga aset tersebut di Lhokseumawe. Karena, bila solusi yang ditawarkan dirinya berjalan, maka Pemko hanya akan fokus terlebih dahulu ke pembangunan gedung perkantoran. Alasan dia, sekarang ini masih banyak SPKD di Lhokseumawe yang harus menyewa gedung untuk perkantoran.

Di samping itu, dia pun mengharapkan, kalau solusi yang ditawarkan ini bisa secepatnya terlaksana dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak provinsi. “Kita berharap, secepatnya agar solusi ini bisa dijalankan, agar proses pengalihan aset Aceh Utara di Kota Lhokseumawe bisa segara tuntas,” demikian Suaidi Yahya.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help