SerambiIndonesia/

Konversi Lonjakkan Laba Bank Aceh

Pertumbuhan laba Bank Aceh melonjak setelah bank itu dikonversi dari bank konvensional menjadi bank syariah

Konversi Lonjakkan Laba Bank Aceh
CORPORATE Secretary Bank Aceh Syariah, Amal Hasan menerima penghargaan nasional kepada bank itu yang diserahkan Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan II OJK, Yohanes Santoso di JS Luwansa Ballroom and Convention Center Kuningan Jakarta, Rabu (13/9). 

BANDA ACEH - Pertumbuhan laba Bank Aceh melonjak setelah bank itu dikonversi dari bank konvensional menjadi bank syariah sejak 6 Oktober tahun lalu. “Laba yang berhasil dibukukan Bank Aceh Syariah dalam setahun terakhir (1 Oktober 2016-1 Oktober 2017) mencapai 394 miliar rupiah,” kata Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah (BAS), Haizir Sulaiman kepada Serambi di Banda Aceh, Senin malam.

Tahun lalu laba Bank Aceh tercatat Rp 21 miliar, sedangkan tahun ini Rp 394 miliar. Perbedaan yang sangat mencolok ini dipengaruhi oleh peralihan status Bank Aceh.

Sebagaimana diketahui, bank itu beralih menjadi bank syariah pada 19 September 2016. Dengan demikian, keuntungan sejak 1 Januari hingga 19 September 2016 merupakan laba (bank) konvensional dan harus ditempatkan di suatu tempat, yakni pada pos cadangan.

Sedangkan laba yang didapat setelah konversi diperhitungkan sebagai laba Bank Aceh setelah menjadi bank syariah. Cakupan waktu pada masa transisi itu adalah antara 19 September hingga 30 September 2016. Jadi, laba yang Rp 21 miliar itu merupakan laba yang diperoleh hanya dalam masa 11 hari. Sedangkan laba yang diperoleh dalam 354 hari sebelumnya dihitung sebagai laba Bank Aceh sebelum beralih menjadi BAS.

Haizir juga mengatakan, setelah Bank Aceh Syariah dikonversi, pangsa pasar bank syariah di Indonesia ikut naik menjadi 5,34% yang sebelumnya hanya di bawah 5%. Capaian ini memang masih sangat kecil dan belum sesuai dengan harapan. “Namun, dari segi funding, dilihat dari aspek demografi populasi muslim Indonesia, ada beberapa keunggulan yang dapat dicapai bank syariah, seperti sistem zakat, dana haji, serta dana sosial lainnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah tabungan BAS dalam setahun terakhir juga meningkat. Sebelumnya Rp 4,92 triliun, kini Rp 5,40 triliun.

Deposito juga demikian. Tahun lalu Rp 5,88 triliun, kini meningkat jadi Rp 6,49 triliun. Giro juga menanjak, sebelumnya Rp 6,12 triliun, tahun ini mencapai Rp 8,64 triliun.

Adapun aset BAS tahun ini mencapai Rp 23,60 triliun, sebelumnya Rp 20,10 triliun. Sedangkan pembiayaan BAS tahun 2016 senilai Rp 12.084 triliun, tahun ini meningkat menjadi Rp 12.487 triliun.

Sementara itu, Adnan Ganto selaku Penasihat Tim Konversi Bank Aceh mengapresiasi atas lonjakan laba yang diraih Bank Aceh setelah konversi menjadi Bank Aceh Syariah. Apalagi jumlah tabungan, deposito, dan giro pun menunjukkan tren meningkat. “Ini menunjukkan nasabah di Aceh bereaksi positif terhadap bank konvensional yang beralih menjadi bank syariah,” ulasnya.

Adnan mencatat, saat ini Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengonversikan bank daerahnya menjadi bank syariah.

Menurutnya, landasan syariah lahir dari sebuah konsep untuk fokus pada pembangunan, tidak saja dari dimensi material, tetapi juga dari dimensi spiritual. “Skema bagi hasil antara bank syariah dan deposan (nasabah) adalah sangat adil karena hasil yang diterima nasabah merefleksikan kondisi riil perekonomian,” kata putra Buloh Blang Ara, Aceh Utara ini.

Adnan yang juga Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekonomi menambahkan, pengumpulan zakat dan dana sosial lainnya dapat menjadi potensi ekonomi yang merupakan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi, bisnis, dan keuangan syariah di Indonesia dan Aceh khususnya.

Dari segi lending (pemberian kredit), bank syariah harus dapat mengambil peran dalam pembiayaan pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan.

Ia ingatkan, peran bank syariah dalam penghimpunan zakat, infak, sedekah, wakaf, dan dana sosial lainnya, seharusnya membuka peluang bagi bank syariah dalam memfasilitasi umat untuk ikut serta dalam proses pembangunan. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help