Laksamana Malahayati, Perempuan ke-13 Bergelar Pahlawan Nasional

Laksamana Keumalahayati adalah perempuan muslim pertama di dunia yang memimpin armada perang Kesultanan Aceh di akhir abad XV.

Laksamana Malahayati, Perempuan ke-13 Bergelar Pahlawan Nasional
wikipedia
Laksamana Keumalahayati 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Laksamana Keumalahayati adalah perempuan Indonesia ke-13 yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubanto Wiyogo, M.Pd, kepada Serambinews.com di Jakarta, Selasa (7/11/3017).

Menurutnya, pengurus Kowani akan terus mencari sosok-sosok perempuan Indonesia yang layak mendapat gelar Pahlawan Nasional.

(Baca: Cucu Sultan Terakhir Aceh akan Hadiri Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Keumalahayati)

Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 115//TK/2017 telah menetapkan Almarhum Laksamana Keumalayahati atau Malahayati sebagai Pahlawan Nasional bersama-sama dengan tiga  tokoh lainnya,  yaitu TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri organisasi Nahdatul Whatan dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan Prof Drs H Lafran Pane dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Proses pengajuan Laksamana Keumalahayati  menjadi Pahlawan Nasional diprakarsai oleh Kowani (Kongres Wanita Indonesia) dan mendapat dukungan dari Komisi X DPR RI.

Ide itu disambut Gubernur Aceh ketika itu, H. Zaini Abdullah, lalu menerbitkan rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Sosial agar Laksamana Keumalahayati  dijadikan sebagai Pahlawan Nasional. Surat tersebut tertanggal 9 Juni 2017.

Ketua Kowani Ny Giwo Rubanto menyatakan, Laksamana Keumalahayati adalah perempuan muslim pertama di dunia yang memimpin armada perang Kesultanan Aceh di akhir abad XV.

(Baca: VIDEO: Pernah ke Kampung Acheh di Malaysia? Suasananya Sejuk dan Aceh Banget)

Wakil rakyat Aceh di DPR RI,  Teuku Riefky Harsya memberi apresiasi kepada Pemerintah yang telah menyetujui gelar Pahlawan Nasional bagi Laksamana Keumalayahati.

Kowani adalah 90 federasi organisasi wanita di Indonesia berdiri pada 22 Desember 1928. Ny Giwo mengatakan, diusulkannya Laksamana Keumala hati oleh pihaknya sebagai Pahlawan Nasional karena di dalam sosok Keumalahayati terdapat jiwa pemberani, pemimpin, dan mengguncangkan  dunia saat memimpin armada laut Kesultanan Aceh abad ke 16. "Laksamana Malahayati memimpin 2000 pasukan dan ini sungguh luar biasa," katanya.

Penganugerahan gelar Pahlawan tersebut akan dihadiri cucu Sultan terakhir Aceh, yaitu Sultanah Putroe Safiatuddin Cahaya Nur'alam. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help