SerambiIndonesia/

Sayembara Himne Lanjut

DPRA memastikan sayembara himne Aceh tetap akan lanjut sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan panitia

Sayembara Himne Lanjut
ABDULLAH SALEH, Ketua SC Sayembera Himne Aceh

* Meski Menuai Protes Soal Bahasa

BANDA ACEH - DPRA memastikan sayembara himne Aceh tetap akan lanjut sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan panitia, meski terus menuai protes dari sebagian mahasiswa yang berasal dari Gayo. Bahkan saat ini panitia sayembara telah menunjuk 15 orang dewan juri sayembara himne Aceh melalui keputusan Ketua DPRA.

“Sejauh ini, sayembara himne Aceh tetap berlanjut seperti biasa sesuai dengan tahapan yang telah kita tetapkan dan kita publikasikan beberapa waktu lalu. Untuk sementara tidak ada perubahan apapun,” kata Ketua Steering Commite (SC) Sayembera Himne Aceh, Abdullah Saleh saat diwawancarai Serambi, Selasa (7/11).

Soal adanya protes dan kritikan yang dilayangkan mahasiswa Gayo di Banda Aceh beberapa waktu lalu, Abdullah Saleh mengatakan protes itu tetap ditampung dulu dan akan dijadikan sebagai bahan masukan pihaknya bersama tim panitia yang lain. “Intinya sayembara lanjut, kritik dan saran juga kita terima untuk bahan evaluasi kita bersama,” kata Abdullah Saleh.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, aliansi mahasiswa dan pelajar Gayo di Banda Aceh yang menamakan diri Gayo Merdeka menggelar aksi demo di depan gedung DPRA, Selasa (31/10) lalu. Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa memerotes sayembara himne Aceh yang sedang digelar oleh DPRA, karena dianggap diskriminasi terhadap keberagaman suku yang ada di Aceh.

Mereka tidak setuju jika bahasa Aceh menjadi syarat mutlak untuk penulisan lirik atau syair himne yang akan dilantunkan dalam sayembara tersebut. “Tinjau kembali persyaratan sayembara himne ini, kita tolak jika sayembara himne ini harus dalam bahasa Aceh,” kata Yusuf, salah satu orator aksi saat itu.

Terkait itu, Abdullah Saleh yang juga Ketua Badan Legislasi DPRA menyebutkan, pihak DPRA menempuh pola terbuka atau transparansi dalam menampung masukan atau ide siapapun. Namun, pihaknya akan melihat terlebih dulu pengaruh ide, masukan, kritikan, ataupun protes yang telah dilayangnkan tersebut. “Kita buka seluas-luasnya, siapapun bisa memberi masukan, silakan tidak kita larang,” sebutnya.

Terhadap semua masukan dan kritikan, terang Abdullah Saleh, pihaknya akan melihat kecondongan publik seperti apa. Jika memang apa yang disampaikan berpengaruh pada keputusan publik yang dominan, tentu DPRA tidak akan segan-segan untuk meninjau kembali petunjuk teknis sayembara himne yang telah ditetapkan.

“Intinya, jika protes yang telah dilayangkan ini melebar, maka tentu akan kita pertimbangkan. Kita tentunya tetap melihat secara positif protes yang telah dilayangkan Gayo Merdeka itu,” ujar Abdullah Saleh.

Tim Steering Commite (SC) sayembara himne Aceh melalui keputusan Ketua DPRA telah menetapkan sebanyak 15 orang sebagai dewan juri sayembara himne Aceh. Ke-15 orang itu ditetapkan melalui surat keputusan DPRA Nomor 33/PMP/2017 tertanggal 6 November 2017.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help