SerambiIndonesia/

Berkas Kasus Azizi ke Jaksa

Polres Aceh Barat, Selasa (7/11), menyerahkan berkas perkara kasus dugaan penipuan oleh Azizi Tour

Berkas Kasus Azizi ke Jaksa
Pimpinan Azizi Perwakilan Meulaboh, Hj Cut Mega Putri (kiri) diperiksa di Polres Aceh Barat dalam kasus dugaan penipuan calon jamaah umrah 

* Penipuan 164 Calon Jamaah Umrah

MEULABOH - Polres Aceh Barat, Selasa (7/11), menyerahkan berkas perkara kasus dugaan penipuan oleh Azizi Tour yang menimpa 164 calon jamaah umrah di Aceh Barat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Penyerahan berkas perkara yang merupakan tahap pertama itu setelah polisi memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi kepada Serambi, kemarin mengatakan, berkas perkara diserahkan pihaknya setelah polisi memeriksa semua pihak dalam kasus ini, mulai pelapor, tersangka, dan saksi ahli. “Penyerahan sudah dilakukan tahap pertama,” katanya.

Dikatakannya, jika nanti berkas perkara perlu dilengkapi setelah diperiksa kejaksaan, maka akan dilengkapi lagi sehingga diharapkan bisa segera diproses untuk diteruskan ke pengadilan. Sedangkan tersangka pimpinan Azizi Tour di Meulaboh sejauh ini tidak ditahan. Dikatakan, proses hukum tetap berjalan menurut aturan yang berlaku.

Menurutnya, dalam kasus ini jumlah tersangka sebanyak dua orang, yakni pimpinan Azizi Tour di Meulaboh Hj Cut Mega Putri dan pimpinan Azizi Kencana Wisata Tour di Medan, Hj Nasla Lubis. “Untuk tersangka yang di Medan itu sejauh ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi. Keberadaannya masih dilacak dan diburu untuk ditangkap,” ungkapnya.

Kajari Aceh Barat Ahmad Sahruddin MH yang ditanyai terpisah kemarin membenarkan bahwa berkas perkara kasus dugaan penipuan yang menimpa calon jamaah umrah oleh Azizi Tour sudah diterima pihak jaksa. “Berkas sudah diterima. Jaksa punya waktu 7 hari meneliti berkas. Kalau lengkap, maka dinyatakan P-21 atau kalau masih belum lengkap, maka akan diberikan petunjuk untuk dilengkapi,” kata Kajari.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 37 calon jamaah umrah dari Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya membuat pengaduan resmi ke Polres Aceh Barat terkait tidak jelasnya keberangkatan mereka ke Tanah Suci. Mereka sudah berkali-kali menerima penundaan keberangkatan dari pihak Azizi Tour di Meulaboh dalam dua tahun terakhir (2015-2016). Sementara mereka sudah menyetor dana berkisar Rp 15 juta-Rp 22 juta/orang kepada pihak Azizi Tour di Meulaboh dengan jumlah kerugian total Rp 3 miliar.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat Hamdani menyatakan, para calon jamaah umrah meminta kasus ini diusut tuntas hingga ke pengadilan. Pasalnya, dampak dari perbuatan pelaku menyebabkan calon jamaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci. Selain itu, YARA selaku pengacara pelapor meminta polisi segera menyita semua harta tersangka yang berkaitan dengan uang calon jamaah umrah tersebut. “Diharapkan ke depan calon jamaah umrah dapat dikembalikan uangnya,” harap Hamdani, kemarin.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help