SerambiIndonesia/

Konsumen Mestinya Sering Diingatkan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh, dua hari lalu memusnahkan temuan

Konsumen Mestinya Sering Diingatkan
KEPALA BBPOM Banda Aceh, Zulkifli bersama Asisten I Setda Aceh, Iskandar A Gani, memusnahkan barang temuan tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya, di halaman Kantor BBPOM Banda Aceh, Selasa (7/11). 

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh, dua hari lalu memusnahkan temuan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan mengandung bahan berbahaya senilai Rp 2 miliar lebih. Barang itu merupakan hasil pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan selama 2016 hingga Oktober 2017 di 23 kabupaten/kota.

“Barang yang paling banyak dimusnahkan adalah obat, pangan, dan kosmetik yang mengandung pemutih serta tanpa izin edar,” kata Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli.

Selama ini, sejumlah kalangan menilai, banyaknya peredaran obat-obatan, kosmetika, dan makanan ilegal di pasar-pasar daerah ini antara lain karena kurangnya pengawasan. Ke depan BBPOM diminta lebih meningkatkan pengawasan.

Pihak BBPOM pun tampaknya memang menyadari kelemahan tersebut dan berusaha meningkatkan pengawasan. “Pada 2018 akan dibentuk BBPOM wilayah II yang berkedudukan di Takengon dan BBPOM Wilayah III di Tapaktuan. Wilayah II, akan mengawasi Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Kutacane. Sementara wilayah III akan mengawasi Singkil dan Subulussalam,” kata Zulkifli.

Sesungguhnya, publik sering kecewa pada BBPOM. Antara lain karena sikap dan reaksi BBPOM dari tahun ke tahun sama. Yakni, merazia supermaket menjelang Ramadhan atau kalau sudah banyak muncul keluhan masyarakat terhadap produk-produk tertentu.

Yang juga sering mengecewakan, hasil uji laboratorium juga jarang diumumkan ke publik. Misalnya, pernah ada dugaan keracunan karena mengonsumsi saus merek tertentu yang sudah kedaluwarsa, tapi yang diumumkan hasil uji laboratorium terhadap bakso, dan itu juga ketika masyarakat sudah lupa terhadap kasus keracunan dimaksud.

Di sisi lain, kita berharap seharusnya BBPOM tidak hanya berkonsentrasi pada pengawasan. Ada tugas juga yang tak kalah penting, yakni melakukan lebih gencar lagi upaya penyadaran masyarakat agar tak sembarangan mengonsumsi obat-obatan, jamu-jamuan, kosmetika, dan lain-lain yang dijual bebas di pasaran.

Sebab, kecenderungan konsumen kita selama ini memang agak ceroboh. Masih banyak masyarakat kita yang tidak memperhatikan tanggal kedaluwarsa barang-barang yang dibelinya. Masyarakat kita lebih tertarik melihat harga. Kalau sudah “miring” itulah daya tarik.

Maunya, kita semua jangan sampai menjadi korban sia-sia akibat mengonsumsi barang-barang yang beredar secara ilegal, kedaluwarsa, mengandung zat berbahaya, dan lain-lain. Yang paling menakutkan tentulah jajanan anak di sekolah yang hingga kini belum terawasi.

Justru itu, di sinilah kita menuntut peranan dan tanggungjawab petugas BBPOM sebagai institusi milik pemerintah untuk melakukan pengawasan secara ketat dan terus-menerus, jangan hanya musiman. Dengan demikian, konsumen dan masyarakat merasa benar-benar dapat terlindungi, terjamin kesehatan mereka membeli dan mengonsumsi obat-obatan, makanan, kosmetika, dan lain-lain yang dijual bebas di pasaran.

Dan, instansi-instansi lain yang terkait dengan itu, hendaknya juga menjalankan tugasnya secara serius dan ketat. Misalnya, dinas kesehatan, dinas perindustrian, dinas perdagangan, termasuk pihak yang berwenang menertibkan jajanan anak sekolah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help