SerambiIndonesia/

Tafakur

Manisnya Iman

Tiga sifat yang jika ada pada seseorang, ia akan meraih manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain

Manisnya Iman

Oleh: Jarjani Usman

“Tiga sifat yang jika ada pada seseorang, ia akan meraih manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya; ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah; ia membenci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkannya sebagaimana ia benci apabila dilempar ke dalam api” (HR. Bukhari).

Di dunia ini saja terdapat perbedaan antara orang-orang yang telah menikmati manis iman dengan yang belum. Di antaranya terlihat dari pola hidupnya.

Setiap orang diberikan waktu 24 jam sehari semalam, tetapi orang-orang yang telah merasakan manisnya iman tidak takut tidak cukup waktu untuk mencari nafkah karena ingin memaksimalkan waktunya untuk senantiasamenyambut seruan Allah dan Rasul untuk shalat (berjamaah) dengan sempurna. Allah lebih dicintainya ketimbang harta berlimpah. Danbahkan hamba-hamba seperti ini masih sempat datang lebih awal ke tempat ibadah untuk membantu orang lain dalam melaksanakan shalatnya.

Orang-orang yang telah menikmati lezatnya iman juga tak takut miskin hanya karena membantu orang lain dengan hartanya. Soalnya, telah mantap keyakinan di hati bahwa sesungguhnya harta yang palingbermanfaat untuk akhirat adalah jika disedekahkan di jalan Allah. Bayangkan dengan kita umumnya yang sangat pelit, misalnya, untukmenyedekahkan sedikit tanah untuk jalan untuk kepentingan bersama.

Padahal bila disedekahkan, akan memperoleh pahala amal jariyah, yangterus-menerus. Padahal seorang ulama besar Hasan al Basry pernah menyatakan bahwa iman bukanlah angan-angan atau hanya pengakuan,tetapi keyakinan yang tertancap dalam hati dan dibuktikan dengan amalan-amalan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help