SerambiIndonesia/

Pemakai Formalin pada Ikan Terancam 6 Tahun Penjara

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Ir T Diauddin menegaskan pemakai formalin pada ikan

Pemakai Formalin pada Ikan Terancam 6 Tahun Penjara
Petugas Lab Lampulo dan petugas Karantina Ikan, melihat hasil tes uji formalin yang digunakan pedagang sebagai pengawet di Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan Lampulo.SERAMBI/HERIANTO 

* Denda Rp 1,5 Miliar

BANDA ACEH - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Ir T Diauddin menegaskan pemakai formalin pada ikan atau bahan makanan, diancam kurungan enam tahun penjara serta denda maksimal Rp 1,5 miliar. Hal ini sesuai Pasal 91 UU Nomor 31 Tahun 2004 atas perubahan terhadap UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

“Maraknya isu penggunaan zat kimia berbahaya seperti formalin pada ikan, telah menimbulkan keresahan masyarakat, sehingga Kamis 2 November 2017, kami melancarkan pemeriksaan ke tiap mobil yang membawa ikan dan keluar masuk melalui jalur distribusi di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, tepatnya di Pos Check Point (PCP) Perikanan Subulussalam,” sebut Diauddin, kepada Serambi, Rabu (8/11).

Kepala Bidang Pengawasan Kelautan dan Perikanan, Ir Nurhayani menambahkan dalam pengawasan dan pemeriksaan di PCP Perikanan Subulussalam itu, melibatkan LPPMHP Lampulo, Balai POM, Polsek Penanggalan dan Koramil 05 Simpang Kiri serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam. “Uji formalin yang dilakukan tim DKP Aceh, yakni menganalisis beberapa jenis sampel ikan, di antaranya tuna, gurita, cumi dan beberapa jenis ikan karang. Sampel-sampel ikan itu diambil dari mobil pengangkut ikan yang biasanya melintasi di PCP Subulussalam, baik masuk atau keluar Aceh,” sebut Nurhayani, didampingi Kasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Zulkarnain Haiyar SPi MSi.

Lalu dari uji pemeriksaan yang dilakukan itu lanjut Nurhayani, tidak ditemukan produk ikan yang menggunakan formalin. Meski demikian, lanjutnya pemeriksaan dan pemantauan akan terus dilakukan agar masyarakat Aceh terbebas dari mengosumsi ikan yang mengandung bahan berbahaya formalin.

Nurhayani menjelaskan formalin sangat berbahaya bagi manusia, di antaranya formalin akan menyebabkan mata berair, mual, batuk, sesak dada, bersin-bersin, peradangan dan perubahan warna kulit, reaksi alergi, dan rasa terbakar pada mata hidung serta tenggorokan bila berada di udara kadar lebih dari 0,1 ppm. Lalu kulit yang terkena larutan atau uap yang mengandung formalin akan terjadi iritasi, sensitisasi, eksim (kulit kering, pecah-pecah dan gatal).

Lalu bila formalin terkena mata akan menyebabkan mata merah dan rasa terbakar serta keluarnya air mata. Formalin juga dapat menyebabkan iritasi mata serta kerusakan kornea mata, mulai berkabut, bahkan bisa berdampak kebutaan. “Kalau formalin tertelan bereaksi pada organ dan saluran pencernaan, terutama pada kondisi perut kosong akan menyebabkan keracunan pada organ fungsional tubuh seperti sulit menelan, menurunnya nafsu makan, mual, sakit perut akut, diare, muntah. Pada kondisi terburuk, dapat menyebabkan depresi sistem syaraf atau kerusakan sirkulasi serta kehilangan kesadaran, serta menyebabkan kematian,” beber Nurhayani. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help