SerambiIndonesia/

Mihrab

Masjid Jamik Rawa, Dulu dan Kini

Sekilas tidak ada yang istimewa dengan Masjid Jamik Kemukiman Rawa, Desa Gadang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh

Masjid Jamik Rawa, Dulu dan Kini
MASJID Jamik Kemukiman Rawa, Desa Gadang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya 

Sekilas tidak ada yang istimewa dengan Masjid Jamik Kemukiman Rawa, Desa Gadang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya ini. Sejak berdirinya pada tahun 1964 lalu, tak ada perubahan yang mencolok.

Masjid yang berada tak jauh dari perkotaan ini, saban harinya ramai oleh jamaah dan sejumlah anak-anak sekolah untuk melaksanakan shalat fardhu. Karena di lingkungan masjid ini berdiri sebuah madrasah ibtidaiyah (MI).

Saat Serambi Mihrab memasuki gerbang masjid ini waktu telah menujukkan pukul 12.25 WIB. Sang muazin pun mulai melafaskan Azan. Usai itu, tampak dari sisi kiri berlarian puluhan anak-anak MI ke tempat wudhuk, untuk kemudian menuju shaf-shaf dengan tertib dan tenang.

Suasana dingin, dan sejuknya kipas angin membuat seisi masjid tersebut hening, dan memberi kenyamanan tersendiri. Salah seorang penceramah di Masjid Jamik Kemukiman Rawa, Fakhri A Rahim SH, kepada Serambi Mihrab mengatakan, masjid ini didirikan pada tahun 1950-an oleh masyarakat dan orang tua yang berada di permukiman Rawa. Namun pembangunan secara permanen dilakukan tahun 1964.

“Permukiman Rawa ini, dulunya banyak orang Rawa atau Rawo, Sumatera Barat, datang ke Desa Padang Hilir ini, tujuan mereka selain berniaga juga untuk berdakwah,” ujar Fakhri A Rahim.

Itulah, cikal bakal berdirinya masjid ini, dengan semangat gotong royong yang tinggi seluruh masyarakat bersepakat untuk mendirikan masjid di pemukiman Rawa yang meliputi, Desa Padang Hilir, Desa Gadang, Desa Tangah, dan Desa Kepala Bandar. Dulu tiangnya dari kayu. Hingga akhirnya berkembang dengan bangunan masa kini tapi konsep yang tidak berubah.

Jamaah Subuh
“Untuk saat ini di Abdya, jamaah Subuh yang paling banyak adalah di Masjid Jamik Rawa. Di Masjid ini, sangat luar biasa tolerannya. Tak pernah mereka mempermasalahkan mazhab, baik ulama dayah dan muhammadiyah, di sini mereka bersatu dan terlibat dalam pengurus masjid,” ungkap Fakhri.

Pengurus masjid tersebut sangat terbuka kepada semua orang, bagi siapa saja yang ingin membangun, dan mengembangkan masjid ke arah yang paling baik. Tak heran, setiap Jumat masjid tersebut dipenuhi oleh seratusan anak santri dayah dan masyarakat dari berbagai daerah. Sehingga, masjid ini layak dikatakan sebagai masjid pemersatu umat.

“Hebatnya mereka, sudah menjadi turun temurun dari dulu, sampai sekarang, setiap shalat ied, mereka tetap di masjid tersebut. Padahal mereka berada di Kecamatan Susoh yang mayoritas masyarakatnya melaksanakan shalat ied di lapangan Pante Perak,” sebutnya.

Imum Chik Masjid Jamik Kemukiman Rawa, Kafrawi Simeulue SPd mengatakan, penamaaan Jamik untuk masjid tersebut, berbeda dengan masjid-masjid yang lain. Karena, banyak orang yang membayangkan, nama jamik itu adalah masjid yang megah dan memegang paham atau mashab tertentu. Namun, penamaan jamik untuk masjid ini, adalah berawal dari keinginan masyarakat di empat desa yang berada di Kemukiman Rawa yang menginginkan adanya masjid, atau bahasa arabnya disebut jamik.

“Jadi, pemahaman jamik-nya adalah masjid,” kata Kafrawi.

Ia pun membenarkan selama ini pengurus Masjid Jamik Kemukiman Rawa sangat terbuka kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan ibadah, sehingga tidak ada perbedaan pendapat mengenai mazhab. “Kuncinya, kita harus sepakat, ibadah yang dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, dan seperti yang telah lama diterapkan olah orangtua terdahulu. Ketika itu kita lakukan, tak ada perselisihan dan perdebatan,” ungkapnya.

Itulah Masjid Jamik Kemukiman Rawa, Desa Gadang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya. Yang jelas, dari masjid seluas 17.702 meter persegi ini, sejumlah imam chik dan pengurus masjid tersebut pernah menjadi pejabat penting di Tanah Air. Salah satunya Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 1983-1992, Prof Dr HA Muin Umar (rektor ke enam), H Muji Boediman mantan anggota DPR-RI tiga Periode dari PPP, dan sejumlah pejabat lainnya.(rahmad saputra)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help