SerambiIndonesia/

Nasib Makrum; Di-PAW, Batal, PAW Lagi

MANTAN anggota DPRA dari Dapil II (Pidie-Pidie Jaya), Makrum Thahir merasa sedang dipermainkan oleh partainya

Nasib Makrum; Di-PAW, Batal, PAW Lagi
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Suasana sidang perdana gugatan Makrum Thahir terhadap Partai Aceh, di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (15/8/2017). 

MANTAN anggota DPRA dari Dapil II (Pidie-Pidie Jaya), Makrum Thahir merasa sedang dipermainkan oleh partainya sendiri yaitu Partai Aceh. Hal ini terlihat dari kebijakan DPA Partai Aceh yang berubah-ubah dalam mengambil keputusan sehingga merugikan Makrum.

Berdasarkan kopian surat yang dikeluarkan DPA Partai Aceh terlihat, awalnya Makrum diusul Pergantian Antarwaktu (PAW) dengan Dahlan Jamaluddin melalui surat nomor 108/DPA-PA/VII/2017. Kemudian, Makrum menggugat partainya ke PN Banda Aceh dan meminta Mendagri agar tidak memproses usulan itu.

Kemudian di tengah jalan, Mendagri mengeluarkan surat nomor 161.11/6903/OTDA tanggal 7 September 2017 yang menyatakan usulan PAW tidak dapat diproses. Esoknya, 8 September 2017, keluar surat dari DPA Partai Aceh yang mencabut surat usulan PAW terhadap Makrum.

Saat itu, posisi anggota DPRA dari Partai Aceh, Tgk Anwar Ramli SPd yang juga dari dapil II sempat digoyang akan di PAW. Kabarnya, Tgk Anwar diusulkan untuk mengganti Makrum yang batal di PAW. Pengantinya tetap dipersiapkan Dahlan Jamaluddin.

Surat berkop DPA Partai Aceh lengkap dengan tandatangan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, Muzakir Manaf dan Mukhlis Basyah sudah dipersiapkan. Hanya saja surat itu belum bernomor. “Tgk Anwar sempat datang kepada saya,” kata M Isa Yahya, kuasa hukum Makrum Thahir kepada Serambi.

Namun, rencana usulan PAW Tgk Anwar Ramli gagal terjadi. Berselang lima hari, tepatnya tanggal 13 September 2017, DPA Partai Aceh kembali mengeluarkan surat nomor 130/DPA-PA/IX/2017 perihal menguatkan usulan PAW terhadap Makrum yang ditujukan kepada Ketua DPRA.

Juru Bicara DPA Partai Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung yang ditanyai Serambi terkait sikap partainya yang berubah-ubah dalam sekejab, tidak memberikan penjelasan secara jelas. Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan atasannya terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan.

“Saya harus menghadap pimpinan dulu. Sebab mengenai surat-surat seperti ini saya harus meminta penjelasan dulu dari pimpinan. Jadi saya akan berkoordinasi dan meminta penjelasan dulu kepada pimpinan,” ucapnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help