SerambiIndonesia/

Tafakur

Pengawasan

Setiap diri kita dianjurkan untuk selalu merasa ada yang mengawasi setiap saat. Tentunya pengawasan

Pengawasan

Oleh: Jarjani Usman

“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu. Maka takutlah kepada-Nya” (QS. Al Baqarah: 235).

Setiap diri kita dianjurkan untuk selalu merasa ada yang mengawasi setiap saat. Tentunya pengawasan dari Allah. Dengan cara demikian, kita menjadi tidak liar dalam hidup ini karena akan berhati-hati dalam memilih apa yang pantas dan tak pantas sehingga terhindar dari perbuatan-perbuatan yang berdosa. Apalagi pengawasan Allah sangat ketat, yang tentunya berbeda jauh dengan pengawasan-pengawasan yang dilakukan manusia.

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, Allah bukan hanya mengetahui apa yang tampak oleh indera manusia, tetapi juga yang tidak atau yang tersembunyi. Seperti niat yang terbenam jauh di dalam lubuk hati. Makanya, niat yang baik seseorang hamba pun bisa memperoleh pahala, tetapi niat yang buruk tidak memperoleh dosa hingga dilaksanakan.

Tak jarang, pengawasan manusia sangat aneh. Sudah dibentuk badan pengawasan, masih dibutuhkan badan pengawasan lain untuk mengawasi badan pengawasan tersebut, sehingga menghabiskan energi, ruang danuang yang berkali lipat. Bahkan orang-orang yang sudah dipercaya dan dilatih untuk melakukan pengawasan dan diberikan tunjangan yang besar untuk itu, masih juga perlu diawasi berlapis-lapis. Ini menunjukkan bahwa kita manusia sangat rentan atau mudah tergoda untuk melakukan perbuatan-perbuatan berdosa.

Sebagaimana banyak ditemukan slogan-slogan tulisan anti korupsi di tempat-tempat yang justeru dihuni oleh orang-orang yang gemar melakukan perbuatan tercela tersebut, walau tak mengakui. Inilah diantara akibat dari mengabaikan Allah yang sesungguhnya senantiasa mengawasi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help