13 Panti Asuhan Ditutup

Sebanyak 13 panti asuhan dan rumah jompo di Kabupaten Aceh Utara sudah tutup pada kurun waktu tahun 2009 sampai 2017

13 Panti Asuhan Ditutup
Humas Aceh Tengah
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin berbuka puasa bersama dan menyantuni anak yatim yang tinggal di panti asuhan seputar Kota Takengon 

* Kurun Waktu 2009-2017 di Aceh Utara

LHOKSUKON - Sebanyak 13 panti asuhan dan rumah jompo di Kabupaten Aceh Utara sudah tutup pada kurun waktu tahun 2009 sampai 2017. Penyebabnya, karena tak memiliki cukup anggaran untuk membiayai pendidikan santri yatim, fakir miskin, serta anak telantar. Kesemua panti asuhan tersebut selama ini memang mendidik santri secara gratis.

Salah satu rumah jompo yang tutup adalah Panti Jompo Al-Muarif yang berada di Desa Teungoh Pirak, Kecamatan Matangkuli. Sedangkan 12 panti asuhan yang berhenti beroperasi antara lain, Panti Asuhan Rauzah Malem Diwa di Desa Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, At-Thahiyah di Desa Keutapang, Kecamatan Tanah Pasir, serta Panti Asuhan Madinatuddiniyah di Desa Kulam Mulieng dan At Taqwa di Desa Glo Aron, keduanya berada di Kecamatan Syamtalira Aron.

Panti asuhan lainnya yakni, Ashabul Yamin di Desa Meucat Blang Me dan Darul Irsyad di Desa Sawang, keduanya di Kecamatan Samudera, lalu Babul Ulum di Desa Blang Pie, Kecamatan Tanah Luas, Darusshalihin di Desa Blang Rimueng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Nurul Abrar di Desa Mee, Kecamatan Meurah Mulia, Raudhatul Muta’alimin di Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara serta Raudhatus Shaalihiin di Desa Ulee Geudong, Kecamatan Sawang.

“Dengan tutupnya 13 panti itu, sekarang panti asuhan di Aceh Utara tinggal 57 lagi. Kemungkinan besar jika tak ada bantuan dari Pemerintah Aceh, dalam waktu dekat ini akan ada lagi panti asuhan yang akan tutup di Aceh Utara,” ujar Sekretaris Forum Komunikasi Panti Sosial Asuhan Anak Aceh Utara, Tgk Razali saat kunjungan anggota DPRA, Dedi Safrizal ke Panti Asuhan Bustanul Yatama di Desa Tumpeun, Kecamatan Syamtalira Bayu.

Menurutnya, sekarang ini panti asuhan hanya bertahan karena adanya bantuan dari Pemkab Aceh Utara, dengan jumlah biaya tanggungan per anak antara Rp 5.000 sampai 6000 untuk satu hari makan. “Memang tidak cukup, tapi sudah terbantu dengan bantuan Pemkab Aceh Utara. Kita sekarang berharap bantuan dari Pemerintah Aceh yang memang memiliki banyak dana,” pinta Tgk Razali.

Koordinator Forum Komunikasi Panti Sosial Asuhan Anak Wilayah Tiga Aceh Utara, Tgk Khairul Mahdi menjelaskan, jika dalam waktu sebulan ini tak ada bantuan dari Pemerintah Aceh, akan ada lagi panti asuhan yang tutup. Padahal, paparnya, panti asuhan tersebut mendidik anak yatim, fakir, dan miskin, secara gratis.

“Kita khawatir, jika bertambah lagi panti asuhan yang tutup, akan banyak generasi yang putus sekolah dan pengajian. Karena panti asuhan lain juga tak mampu menampung, jika tak ada perhatian dari Pemerintah Aceh. Seperti pengalaman selama ini, pimpinan dayah disibukkan mencari dana untuk menutupi kekurangan dana tiap bulannya,” tukas Tgk Khairul Mahdi.

Akan Sampaikan ke Gubernur
Anggota DPR Aceh, Dedi Safrizal usai mengunjungi Panti Asuhan Bustanul Yatama kepada Serambi, menjanjikan, ia akan segera menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan dewan dan kepada

Gubernur Aceh untuk dapat dicari solusi, sehingga ke depan tak ada lagi panti asuhan yang tutup.

“Saya datang ke sini juga karena mendapat informasi dari seorang warga yang menyebutkan panti ini butuh bantuan. Saya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin, sehingga panti asuhan ini dapat terus melanjutkan pendidikan terhadap anak yatim, fakir, dan miskin,” ucapnya. Karena itu, saya berharap dukungan dari semua pihak,” pungkas Dedi Safrizal.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help