SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Lhokseumawe Terakhir Lolos

Tuan rumah Lhokseumawe menjadi tim terakhir lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) tahun 2018 di Jantho

Lhokseumawe Terakhir Lolos
PEMAIN Lhokseumawe berebutan bola dengan pemain Pidie Jaya di laga terakhir Grup F Pra- PORA cabang sepakbola di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, petang kemarin. 

LHOKSEUMAWE - Tuan rumah Lhokseumawe menjadi tim terakhir lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) tahun 2018 di Jantho, Aceh Besar. Dalam duel pamungkas Grup F, di Stadion Tunas Bangsa, kemarin, anak-asuh Mukhlis Rasyid bermain dengan Pidie Jaya 0-0.

Dengan hasil itu, Lhokseumawe melengkapi enam konsestan yang lolos ke PORA, yakni Aceh Utara, Kota Langsa, Abdya, Aceh Selatan, serta Bireuen. Sementara juara bertahan PORA 2014 lalu, Pidie dipastikan langsung lolos bersama tuan rumah Aceh Besar. Praktis, delapan tim yang berlaga di tahun depan sudah lengkap.

Tambahan satu angka sudah cukup untuk membawa anak-anak tuan rumah lolos. Karena, Lhokseumawe mengantongi nilai empat. Mereka dipaksa berada di bawah Bireuen yang tampil sebagai juara grup, usai mampu menggemas tujuh angka. Awak Lhokseumawe sempat berada dalam posisi tak menguntungkan akibat takluk di tangan Bireuen, 0-1.

Hasil menyakitkan harus diterima anak-anak Pidie Jaya. Dari tiga partai mereka lakoni, mereka sama sekali tak bisa menang. Karena, pertandingan semuanya berakhir draw. Tak ayal, ini menjadi pukulan telak mengingat Pidie Jaya tampil stabil dalam Pra-PORA baik saat putaran pertama, dan kedua.

Sejak laga dimulai, kedua tim tetap bermain ngotot. Terutama Pidie Jaya, karena bila ingin lolos harus mampu mengalahkan Lhokseumawe.

Meski pun bermain dalam tempo cepat, kedua tim masih mampu saling menyerang. Namun begitu tetap tak mampu mencetak gol akibat buruk dalam penyelesaian akhir.

Pada menit 35, malapetaka menimpa kubu Pidie Jaya, karena wasit mengusir pemainnya, yakni Fatahillah dengan menghadiahkan kartu merah. Kartu mereka terpaksa dikeluarkan setelah dia membuat pelanggaran terhadap pemain Lhokseumawe untuk kedua kalinya. Karena sebelumnya, pada menit ke tujuh. Fatahillah juga melakukan pelanggaran sehingga mendapatkan kartu kuning.

Tampil dengan 10 pemain menjadi peluang bagi Lhokseumawe. Punggawa tuan rumah yang diperkuat Yaspani Yusri, Harus Muntahar, Ismuhar, Ade Assura ditambah Al Fatah mulai menguasai laga. Namun, sampai turun minum, skor tetap kacamatan.

Di babak kedua, Lhokseumawe masih terus memimpin laga. Pun begitu, mereka gagal mengkonversikan menjadi gol. Padahal, posisi Ismuhar dkk selalu berada dalam keadaan bebas. Apalagi, mereka mendapatkan dukungan penuh publik Tunas Banga.

15 menit tarung akan berakhir, Pidie Jaya yang dimotori M Andrian, M Bakri, Zulfahmi, Mulyadi dan juga Mustafa mulai bermain terbuka. Mereka memilih untuk menyerang. Sebaliknya, dengan kondisi itu, Lhokseumawe memilih bertahan. Usaha anak-anak Lhokseumawe untuk membuat skor tetap imbang berhasil hingga laga berakhir. Marka 0-0 mengantar Lhokseumawe ke Jantho tahun depan.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help