SerambiIndonesia/

LP Langsa Perketat Pengawasan Bos Sabu  

Tentu Anda masih ingat pria bernama Abdullah, asal Aceh Timur yang ditangkap tim BNN pada Februari 2015

LP Langsa Perketat Pengawasan Bos Sabu   
Abdullah, bos sabu-sabu seberat 78,1 kg keluar dari ruang sidang usai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Abdullah divonis hukuman mati. SERAMBI/BUDI FATRIA 

LANGSA - Tentu Anda masih ingat pria bernama Abdullah, asal Aceh Timur yang ditangkap tim BNN pada Februari 2015 dengan barang bukti 78,1 kg sabu. Pria yang dikenal sebagai bos sabu ini sekarang sedang menjalani hukuman di LP Narkotika Langsa setelah lolos dari vonis mati.

Kepala LP Narkotika Langsa, Amiruddin SH mengatakan selama ini napi Abdullah dalam pengawasan pihaknya, sama seperti napi-napi lain yang jumlahnya mencapai 388 orang.

Penjelasan itu disampaikan Amiruddin menjawab Serambi, Sabtu (11/11) menanggapi statemen Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso mengenai dugaan keterlibatan Abdullah dalam jaringan peredaran sabu.

Menurut Amiruddin, secara institusi BNN belum ada mengonfirmasikan ke pihaknya terkait dugaan keterlibatan Abdullah dalam jaringan sabu yang baru ditangkap BNN di Aceh Timur dengan jumlah barang bukti 220 kg.

Jika Abdullah terlibat, kata Amiruddin, pihak LP Narkotika berjanji siap memberikan akses atau membantu proses pengembangannya. Menyangkut berita dugaan keterlibatan Abdullah secara tidak langsung telah mengganggu situasi keamanan di LP Narkotika Langsa.

“Kita sudah menyerukan kepada petugas dan napi, termasuk kepada Abdullah agar tetap tenang menyikapinya. Kita maunya bila ada indikasi ini pihak BNN berkoordinasi atau kerja sama langsung dengan kami, tidak langsung membeberkan ke publik,” katanya.

Amiruddin juga membantah isu yang menyebut Abdullah bebas berkeliaran di luar LP dan mendapat perlakuan istimewa. Diakuinya, ada berapa kali Abdullah keluar LP itupun dikawal petugas karena dia pergi memeriksa kesehatan ke dokter spesialis penyakit dalam.

Sebelumnya Abdullah sempat terjatuh dan pingsan di dalam LP. Dia langsung dilarikan ke RSUD Langsa namun satu jam kemudian, setelah ada keterangan dokter terkait kesehatannya, petugas kembali membawanya ke LP Narkotika. Kepala LP Narkotika Langsa juga memastikan selama di LP, napi tersebut tidak didapati menggunakan HP satelit maupun HP biasa. Sipir di LP Narkotika Langsa dilaporkan sangat minim yaitu 24 orang. Idealnya, di LP Narkotika Langsa minimal 1 regu 8-12 orang sipir atau total dengan kondisi sekaranhg minimal 50 sipir.

Dengan 24 sipir, LP Narkotika Langsa mengawasi 388 napi yang menempati 41 sel tahanan. Dari empat orang setiap regu jaga, bertugas di pintu depan dua orang, dan di dalam area sel dua orang. “Jika terjadi sesuatu terhadap sipir, lama baru kita tahu,” demikian Kepala LP Narkotika Langsa.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help