Proyek Parit di Lambaro Skep belum Selesai

Warga Dusun Diwai Makam, Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh mempertanyakan

Proyek Parit di Lambaro Skep belum Selesai
PROYEK pembangunan got di Dusun Diwai Makam, Gampong Lambaroskep yang terhenti sejak akhir Agustus lalu, hingga sekarang belum dilanjutkan. Foto direkam Selasa (31/10). SERAMBI/JALIMIN

BANDA ACEH - Warga Dusun Diwai Makam, Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan parit di kawasannya. Pasalnya, proyek yang sudah terhenti sejak akhir Agustus, tepatnya jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H tersebut hingga sekarang belum dilanjutkan.

Seorang warga Dusun Diwai Makam mengatakan, sejak awal proyek pembangunan parit tersebut terlihat aneh. Soalnya, selain tidak ada papan nama proyek, parit yang dibangun pun bukan baru, tapi bekas parit lama yang diplaster.

“Karena tak ada papan nama proyek, makanya warga bertanya-tanya apakah proyek got (parit) ini sebatas rehab got lama atau membangun total got baru. Tapi, kalau lihat pelaksanaan di lapangan hanya got lama yang diplaster ulang,” jelas warga yang tak mau dibeberkan identitasnya kepada Serambi, kemarin.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan alasan proyek parit itu terhenti di tengah jalan. Dari sekitar 900 meter panjang yang bersisian dengan jalan utama menuju ke Dusun Diwai Makam, yang baru dikerjakan hanya sekitar 450-500 meter.

Warga meminta dinas terkait memberi kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Karena keberadaan saluran itu sangat penting, dalam menanggulangi masalah banjir.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Dan Permukiman (Perkim) Banda Aceh, Jalaluddin MT mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tidak memiliki proyek pembangunan drainase di Lambaro Skep. Namun, karena saat ini di Banda Aceh banyak proyek serupa ditangani oleh program Kotaku, yang berkoordinasi dengan Dinas Perkim.

Maka, Kata Jalaluddin, pihaknya akan mengonfirmasi masalah itu dengan pihak Kotaku. Menurutnya, jika pun proyek tersebut milik Kotaku maka bukanlah terhenti, kemungkinan dana kelanjutan pembangunan belum cair. Karena anggaran Kotaku yang dibiayai APBN akan dicairkan secara bertahap.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved