SerambiIndonesia/

Empat Negara Berlaga di Aceh World Solidarity

Empat negara dipastikan berlaga pada turnamen sepakbola internasional ‘Aceh World Solidarity’

Empat Negara Berlaga di Aceh World Solidarity
GUBERNUR Aceh, Irwandi Yusuf bersama Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman, Sekum PSSI Aceh, Khaidir TM, Pembina HM Zaini Yusuf memperlihatkan bendera peserta turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity pada launching turnamen tersebut, di Hotel Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Minggu (12/11). 

BANDA ACEH - Empat negara dipastikan berlaga pada turnamen sepakbola internasional ‘Aceh World Solidarity’ di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, 2-8 Desember mendatang. Keempat negara itu adalah Indonesia, Brunei Darussalam, Mongolia, dan negara pecahan Uni Soviet, Republik Kirgizstan.

Sebelumnya, panitia ingin agar turnamen ini diikuti negara-negara yang menjadi korban tsunami seperti Jepang, Thailand, Malaysia, serta Indonesia sebagai tuan rumah. “Karena bersamaan dengan kalender FIFA, sejumlah negara tak dapat mengikuti turnamen ini. Mereka kita undang melalui PSSI Pusat. Untuk edisi pertama, saya pikir sudah cukup memadai. Saya berjanji selama pemerintahan saya, turnamen ini akan terus berlanjut,” kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam launching turnamen itu di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, kemarin.

Irwandi secara terbuka mengakui kalau ajang tersebut dilaksanakan sebagai tanda bahwa Aceh saat ini sudah aman dan kondusif, bukan seperti penilaian orang luar. Malahan, tingkat kriminalitas di Tanah Rencong tergolong rendah dibanding daerah lain.

“Aceh harus berkelas, sudah bukan waktunya lagi Aceh melekat dengan stempel tidak aman. Kita harus buktikan kepada dunia, kalau Aceh aman dan bisa mementaskan even internasional. Ke depan, kita juga akan adakan maraton di Sabang,” kata Irwandi.

Selain itu, perhelatan turnamen internasional ini juga merupakan program Aceh Teuga (Aceh Kuat-red). Di mana target dan misi dari program tersebut adalah ingin mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga di Tanah Rencong termasuk cabang sepakbola. “Inilah salah satu latar belakang untuk pementasan Aceh World Solidarity,” pungkas Irwandi.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyambut baik pergelaran turnamen sepakbola berlevel internasional ini. Even tersebut nanti akan menjadi hiburan bagi pecinta sepakbola. Terlebih, mereka datang dengan pemain terbaik. “Kita sudah terlalu lama tidak menggelar turnamen internasional. Mari kita jadikan even ini sebagai momentum untuk kebangkitan sepakbola Aceh,” ajak Aminullah.

Sementara Pembina Turnamen Aceh World Solidarity, HM Zaini Yusuf menambahkan, pihaknya sampai kini masih menunggu konfirmasi dari timnas Australia dan Turki. “Untuk sementara baru empat timnas,” ungkap Zaini yang juga Presiden Klub Aceh United FC ini.

Dikatakan, even tersebut menyediakan hadiah total Rp 550 juta. Turnamen selama sepekan itu menganut sistem gugur. Artinya, tiap tim akan memainkan tiga perlagaan. “Tiap hari akan ada dua partai yakni sore dan malam. Setiap sekali selesai main, masing-masing tim langsung istirahat,” pungkasnya.

Hadir dalam lauching tersebut Kadispora Aceh, Musri Idris, Seretaris Umum PSSI Aceh, Khaidir TM, Ketua Panitia, Sakdan Abidin, kepala SKPA, dan pegiat sepakbola.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help