SerambiIndonesia/

Ini Data Lengkap Empat Pelaku Pelecehan Seksual yang Dihukum Cambuk di Abdya

Kajari berjanji prosesi cambuk itu akan rutin dilaksanakan, sehingga memberikan efek jera kepada pelaku.

Ini Data Lengkap Empat Pelaku Pelecehan Seksual yang Dihukum Cambuk di Abdya
Ilustrasi cambuk 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Empat pelaku pelecehan seksual di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dicambuk sebanyak 70 kali, Senin (13/11/2017) di Masjid Agung Abdya, Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie.

Empat tervonis itu harus menerima uqubat cambuk setelah adanya putusan Mahkamah Syariah yang menyatakan empat pelaku seksual itu terbukti bersalah jarimah pelecehan seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam pasal 47 Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Keempat pelaku yang harus menjalani uqubat cambuk secara bervariasi yaitu, M Jasman (20) Warga Desa Alue Jerejak, Kacamatan Babahrot yang dicambuk sebanyak 34 kali.

Baca: Cambuk Algojo Sempat Kenai Leher Terpidana Saat Eksekusi di Lhokseumawe, Begini Reaksi Jaksa

Kedua, M Safwan (38) warga Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil dicambuk empat kali. Ketiga, Hasanuddin Waruhu (42) warga Nias yang tinggal di Desa Pinang, kecamatan Setia yang dicambuk 12 kali.

Keempat, Rudi Arianto (19) Warga Desa Alue Sungai Pinang, kecamatan Jeumpa dicambuk 20 kali.

Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH mengatakan keempat pelaku pelecehan seksual itu, dilakukan uqubat cambuk setelah adanya putusan berkuatan tetap atau inkrah terhadap empat pelaku.

"Kasusnya ini tahun 2016, ada juga tahun ini," ujar Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH.

Kajari berjanji prosesi cambuk itu akan rutin dilaksanakan, sehingga memberikan efek jera kepada pelaku.

Pantau Serambinews.com, prosesi cambuk yang sempat tertunda beberapa tahun itu, menjadi perhatian banyak masyarakat dan anak-anak, sehingga memadati perkarangan Masjid Agung Abdya.

(Baca: Begini Kondisi Gadis Korban Pelecehan Seksual di RSUZA Banda Aceh Sekarang)

Selain itu, dalam eksekusi cambuk itu, salah seorang algojo sempat ditegur oleh perwakilan Mahkamah Syariah. Karena, sang algojo diduga salah melakukan pemukulan cambuk. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help