Kapolres: Penambang Ilegal akan Kita Tangkap

Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ada

Kapolres: Penambang Ilegal akan Kita Tangkap
PENAMBANGAN emas ilegal menggunakan alat berat di Kecamatan Geumpang, Pidie. 

* Ratusan Alat Berat Turun Gunung

SUKA MAKMUE - Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ada masyarakat yang masih melakukan penambangan emas secara ilegal. “Kalau masih ada (yang menambang), kita tangkap (pelakunya),” tegas Mirwazi kepada Serambi kemarin.

Ia menjelaskan penertiban dan sosialisasi yang sudah dilakukan tim gabungan beberapa hari lalu di Kecamatan Beutong untuk menindaklanjuti perintah gubernur Aceh yang meminta aktivitas tambang ilegal dihentikan.

Berdasarkan hasil pantauan ke lokasi tambang, kata Kapolres, hingga kini pihaknya belum menemukan adanya aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut. Sebagian alat berat juga terlihat sudah mulai diturunkan ke pemukiman warga, dan tak lagi beraktivitas. Untuk mengantisipasi aktivitas penambang ilegal ini, polisi juga sudah memasang spanduk di sejumlah titik mengimbau masyarakat supaya tak lagi beraktivitas di lokasi tambang emas di kawasan itu. “Tapi, jika nanti ada yang membandel, pelakunya saya pastikan ditangkap untuk diproses hukum,” tegas Kapolres Mirwazi.

Sementara itu dalam perkembangan lain seratusan lebih alat berat jenis excavator yang selama ini beroperasi di kawasan tambang emas ilegal, di Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, sejak sepekan terakhir dikabarkan sudah turun gunung dan tidak lagi beraktivitas seperti biasanya.

Laporan yang diterima kemarin di Nagan Raya ada sekitar 180 unit lebih alat berat yang selama ini mengeruk tanah emas di kawasan hutan, sebagian besar sudah mulai diparkir di sekitar rumah warga dan mulai menghentikan aktivitasnya. Alat berat itu diturunkan setelah ada imbauan dan perintah tegas dari Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang meminta aparat penegak hukum menangkap pelaku penambang liar apabila masih melakukan aktivitasnya.

Bahkan beberapa hari lalu, tim gabungan yang terdiri atas Polres Nagan Raya, Kodim 0116, serta pihak terkait dari Pemkab juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan sosialisasi kepada penambang. Wakil Bupati Nagan Raya Chalidin Oesman kemarin mengatakan penertiban tambang emas di kawasan Beutong oleh tim gabungan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat khususnya penambang dari jeratan hukum.

Wakil Bupati Nagan Raya Chalidin Oesman juga menyebutkan penertiban penambang emas ilegal yang dilakukan tim gabungan untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan yang kian rusak di lokasi tambang. Atas dasar intruksi tersebut, Forkompimda Nagan Raya melakukan koordinasi untuk mencari solusi menindaklanjuti imbauan tersebut.

Chalidin menegaskan imbauan tak boleh lagi ada aktivitas penambangan di Nagan Raya ini sama sekali bukan atas intruksi Pemkab. Akan tetapi, merupakan intruksi tegas dari Gubernur Irwandi yang meminta aktivitas penambangan ilegal memang harus dihentikan. “Nanti kalau ada masyarakat ditangkap oleh aparat penegak hukum, yang rugi kan masyarakat juga. Makanya kita imbau supaya berhenti beraktivitas,” tambahnya.

Selain itu, Pemkab Nagan juga sedang mencari solusi terbaik untuk persoalan ini agar masyarakat dan daerah tak dirugikan. “Intinya penghentian aktivitas tambang ini bukan atas perintah Pemkab Nagan Raya. Akan tetapi merupakan perintah Bapak Gubernur Aceh,” tegas Chalidin Oesman.(edi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved