SerambiIndonesia/

Presiden Joko Widodo Ingin Percepatan Pembangunan Dataran Tinggi Gayo-Alas

Kawasan itu harus tumbuh sebagai pusat ekonomi baru berbasis kopi dan kehutanan, industri pariwisata, serta seni-budaya.

Presiden Joko Widodo Ingin Percepatan Pembangunan Dataran Tinggi Gayo-Alas
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Wagub Aceh saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan kawasan Gayo-Alas di Jakarta. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo inginkan pembangunan kawasan Dataran Tinggi Gayo dan Alas dipercepat.

Kawasan itu harus tumbuh sebagai pusat ekonomi baru berbasis kopi dan kehutanan, industri pariwisata, serta seni-budaya.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kemudian mengkoordinasikan langkah percepatan tersebut.

(Baca: Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada Laksamana Malahayati Bersama 3 Tokoh Lain)

Deputi VII Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementerian PMK, I Nyoman Suwida mengatakan hal itu, Senin (13/11/2017) di Kementerian PMK, seusai menghadiri rapat koordinasi pengembangan kawasan dataran tinggi Gayo-Alas dan persiapan "Gayo Alas Mountain International Festival.

Dari Aceh hadir Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bersama Bupati Aceh Tengah Ir Nasaruddin MM, Bupati Bener Meriah Ahmadi SE, Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, dan Wakil Bupati Gayo Lues Said Sani.

Menurut Nyoman, langkah koordinasi dari Kementerian PMK itu, untuk menyahuti harapan Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Tanah Gayo 2 Maret 2016 silam.

"Bapak Presiden mengarahkan agar kawasan Dataran Tunggi Gayo didorong percepatan pembangunannya. Mengingat potensi alamnya yang sangat kaya," kata I Nyoman.

Kementerian PMK akan berkoordinasi dengan Program -program yang ada di kementerian dan lembaga lainnya.

"Nanti kita lihat kementerian memprihatinkan apa untuk kawasan itu, dan ini yang kita kawal ketat," ujar Nyoman.

(Baca: Empat Bupati Gayo dan Alas Diundang ke Jakarta Bahas Gayo Mountain International Festival)

Wagub Nova Iriansyah menyambut positif langkah strategis tersebut.

"Ini sejalan dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022," kata Nova Iriansyah.

Ia mengingatkan agar kegiatan yang digagas memiliki nilai lebih dan "tidak biasa biasa" alias keluar dari mainstream. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help