SerambiIndonesia/

10 Paus Terdampar di Ujong Kareung

Kawanan paus sebanyak 10 ekor terdampar di Pantai Ujong Kareung, Gampong Durung, Kecamatan Mesjid Raya

10 Paus Terdampar di Ujong Kareung
Seekor paus sperma yang terdampar di bibir pantai Gampong Durung, Kemukiman Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar menghentakkan ekornya ke air saat ditarik oleh tim evakuasi, Senin (13/11/2017). Sebanyak 10 paus yang terdampar itu diprediksi bermigrasi dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik atau sebaliknya. SERAMBI/M ANSHAR 

JANTHO - Kawanan paus sebanyak 10 ekor terdampar di Pantai Ujong Kareung, Gampong Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Senin (13/11) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga tadi malam tim penyelamat masih kesulitan mengevakuasi satwa laut berukuran raksasa itu ke perairan lepas.

Menurut akademisi dari Unsyiah, paus yang terdampar itu jenis sperma (Physeter macrocephalus). Mengenai jumlah sempat simpang siur, ada yang menyebut 9 ekor, 10, bahkan sempat pula berkembang informasi mencapai 13 ekor. Namun, Camat Mesjid Raya, Abdul Hannan SSos yang dihubungi Serambi tadi malam memastikan jumlah paus yang terdampar 10 ekor. “Pak Danramil juga memastikan jumlahnya 10 ekor,” kata Abdul Hannan yang juga relawan RAPI.

Menurut informasi, hingga menjelang pukul 23.00 WIB tadi malam upaya evakuasi oleh tim terpadu, termasuk unsur Muspika Mesjid Raya masih berlangsung. Namun karena keterbatasan peralatan membuat proses untuk menghalau atau menarik satwa itu ke perairan lepas tampak sangat sulit.

“Aparat keamanan bersama tim lainnya yang terlibat dalam proses penyelamatan sudah membuka posko di Pantai Ujong Kareung,” kata Camat Mesjid Raya yang meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.15 WIB.

Berdasarkan informasi dihimpun Serambi di lokasi, warga setempat sudah melihat kawanan paus itu sejak masih di tengah laut dan perlahan-lahan merapat ke daratan hingga akhirnya kandas sekitar lima meter dari bibir pantai. “Pertama terlihat sekitar satu mil di tengah laut. Ada dua paus yang terluka, lalu dibawa ke daratan oleh temannya, hingga terdampar di sini,” ujar seorang saksi mata, Kopda Ricky Wahyudi, anggota Koramil Mesjid Raya.

Informasi kandasnya paus itu menyebar cepat hingga dalam waktu singkat masyarakat memadati lokasi pantai Ujong Kareung. Tak lama setelah paus itu kandas, tim penyelamat mulai bekerja untuk menghalau atau menarik paus itu ke perairan lepas.

Kabid Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan Aceh, Teuku Nurmahdi kepada Serambi mengatakan, paus itu merupakan hewan berkelompok yang setiap musim bermigrasi dari satu perairan ke perairan lain. Ia memprediksi kawanan paus itu sedang bermigrasi dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik ataupun sebaliknya. Apalagi saat ini sedang terjadinya pergantian musim.

“Karena paus ini hewan berkelompok, maka jika ada satu saja yang sakit lalu terdampar, maka yang lainnya juga akan mengikuti sehingga terdampar bersama-sama seperti ini,’ ujar Nurmahdi.

Upaya penyelamatan paus itu melibatkan empat boat dan dua rubber boat, yaitu boat milik PSKDP Aceh, SPP Ladong, dan dua boat nelayan. Juga ada tambahan satu rubber boat milik Basarnas dan satu milik TNI AL.

Amatan Serambi, proses evakuasi mulai dilakukan sejak pukul 11.30 WIB. Sejumlah pihak seperti Satker Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikananan (PSKDP) Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, TNI/Polri, Basarnas, tim dari Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah, Fakultas Kelautan Unsyiah, nelayan, aktivis lingkungan, terlibat dalam upaya penyelamatan satwa laut tersebut.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help