SerambiIndonesia/

40 Desa Dilaporkan

Warga dari 40 desa melaporkan dugaan adanya penyimpangan pengunaan anggaran desa 2016-2017

40 Desa Dilaporkan
KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh, Amhar Abubakar, meninjau peserta tes calon pendamping dana desa di Unsyiah 

* Inspektorat Agara Turunkan Tim

KUTACANE - Warga dari 40 desa melaporkan dugaan adanya penyimpangan pengunaan anggaran desa 2016-2017 ke badan pemeriksa keuangan daerah, Inspektorat Aceh Tenggara (Agara). Sebanyak empat tim telah dibentuk untuk menangani masing-masing 9 atau 10 desa dan tim satu sampai tiga telah mulai memeriksa pengelolaan dana desa sejak pekan lalu.

Plt Inspektur Agara, Irvan Iskandar SE MSi kepada Serambi, Senin (13/11) mengatakan warga yang telah melaporkan dugaan penyalahgunaan dana desa berasal dari 40 desa. Dia menyatakan tim auditor telah mulai bekerja untuk memeriksa keuangan desa, seperti dilaporkan masyarakat secara terpisah sejak bulan lalu, tetapi nama desa tidak disebutkan.

Dia menyatakan tim ke empat juga sedang ke desa-desa yang dilaporkan warga masing-masing desa. “Laporan dana desa yang mayoritas 2016 akan ditindaklanjuti hingga tuntas dan yang terbukti melakukan penyimpangan, maka akan diproses hingga tuntas tanpa kecuali, sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Irvan mengungkapkan laporan dari Badan Permusyawaratan Kute (BPK) Lawe Loning Aman tentang dugaan penyimpangan dana desa 2016 dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat telah dikeluarkan. Dikatakan, hasilnya telah diserahkan kepada bupati, tetapi tidak disebutkan tentang adanya penyimpangan atau tidak.

Dilansir sebelumnya, persoalan Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala yang telah sampai ke pihak Inspektorat Aceh Tenggara (Agara) belum juga selesai. Bahkan, Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gengsi sempat meminta pihak Inspektorat untuk diselesaikan secara musayawarah agar tidak ditindaklanjuti.

Namun, Auditor Inspektorat Aceh Tenggara, Edi Siregar, kepada Serambi, Jumat (13/10/2017) mengatakan pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman 2016 dan pekerjaan SPAL 2017 diduga diintervensi oleh Camat Lawe Sigala-gala. Edi menjelaskan hasil pemeriksaan belum selesai, termasuk Laporan Hasil pemeriksaan (LHP) belum juga dikeluarkan.

Edi mengungkapkan Camat Lawe Sigala-gala telah berulangkali memanggilnya dan meminta pemeriksaan dana desa Lawe Loning Aman 2016 dihentikan. Dia beralasan dapat didamaikan melalui musyawarah perangkat Badan Permusyawaratan Kute (BPK) dengan Penghulu Kute.

Tetapi, Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gensi, Jumat (13/10) membantah dirinya melakukan intervensi terhadap pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman yang dilakukan auditor Inspektorat.

Dia menegaskan tidak mengintervensi Kepala Inspektur Agara, Edi Siregar yang sedang melakukan pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman 2016 dan pembangunan SPAL 2017 yang bersumber dari APBN. Imansyah menyatakan hanya meminta persoalan itu diselesaikan secara musyawarah menyeluruh dan bukan mengintervensi auditor.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help