SerambiIndonesia/

BI Sosialisasi Sistem Pencatatan Informasi Keuangan

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Senin (13/11), mengadakan sosialisasi dan pengenalan Sistem Informasi

BI Sosialisasi Sistem Pencatatan Informasi Keuangan
KOMPAS.COM
Gedung Bank Indonesia 

BANDA ACEH - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Senin (13/11), mengadakan sosialisasi dan pengenalan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK), di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengatasi kendala dan keterbatasan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan dan menyusun laporan keuangan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Ahmad Farid dalam sambutannya menyampaikan, SI APIK merupakan aplikasi akuntansi yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi keuangan dan membuat laporan keuangan bagi usaha mikro dan usaha kecil.

Dikatakan, laporan keuangan yang dihasilkan aplikasi ini sudah memenuhi standar akuntansi Entitas Mikro Kecil Menengah (EMKM) yang dikeluarkan Ikatan Akuntansi Indonesia. Sehingga laporan keuangan yang dihasilkan dapat diterima oleh perbankan.

“SI APIK adalah aplikasi berbasis android dan tidak bayar, sehingga pada era digital saat ini sangat mudah diakses dan didapat oleh semua orang. SI APIK dapat didownload secara mudah pada google playstore,” sebutnya.

Ahmad Farid menambahkan, permodalan termasuk salah satu kendala utama bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Hal itu terjadi karena masih sulitnya UMKM mendapat modal dari lembaga keuangan formal seperti perbankan. “Penyebabnya, keterbatasan UMKM untuk mengatur keuangan dan menyusun laporan keuangan serta terbatasnya informasi perbankan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, sebut Ahmad Farid, hingga September 2017 penyaluran kredit oleh bank umum di Aceh ke sektor UMKM sebesar Rp 10 triliun atau 31,31 persen dari total kredit yang disalurkan oleh bank.

Menurutnya, jumlah tersebut masih dapat dioptimalkan. Karena itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan UMKM di Aceh dapat lebih bankable, sehingga mampu mendapat akses modal dari bank maupun lembaga keuangan formal lainnya. Selain pelaku UMKM, kegiatan itu juga dihadiri Kabag Ekonomi Pemko Banda Aceh, karyawan bank, serta perwakilan OJK dan perguruan tinggi.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help