SerambiIndonesia/

Dahlan Dilantik Jadi Anggota DPRA

Dahlan Jamaluddin SIP dilantik sebagai pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRA sisa masa jabatan 2014-2019

Dahlan Dilantik Jadi Anggota DPRA
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Suasana sidang perdana gugatan Makrum Thahir terhadap Partai Aceh, di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh 

* Gantikan Makrum Thahir

BANDA ACEH - Dahlan Jamaluddin SIP dilantik sebagai pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRA sisa masa jabatan 2014-2019 dari dapil II (Pidie-Pidie Jaya) menggantikan Makrum Thahir dari Fraksi Partai Aceh.

Prosesi pelantikan berlangsung dalam rapat paripurna istimewa di gedung DPRA, Senin (13/11). Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPRA, Tgk Muharuddin berdasarkan surat keputusan Mendagri Tjahjo Kumolo, Nomor 161.11-8487 tahun 2017, tanggal 27 Oktober 2017.

Rapat itu sendiri hanya dihadiri sekitar 26 dari 81 anggota DPRA. “Meresmikan pengangkatan H Dahlan Jamaluddin SIP sebagai penganti antarwaktu anggota DPRA sisa masa jabatan 2014-2019,” kata Muharuddin saat melantik.

Seusai melantik, Muharuddin menyampaikan bahwa untuk ke depan tugas DPRA semakin berat yakni menyelesaikan beberapa program legislasi prioritas tahun 2017 dan RAPBA 2018 serta tugas kedewanan lainnya.

Dia meminta kepada Dahlan segera menyesuaikan diri dan memperkuat kinerja dewan. “Kami ucapkan selamat bekerja dan tunjukkan aktivitas Saudara serta berperan aktif dalam sidang-sidang dewan, baik dalam rapat komisi, rapat pansus maupun rapat paripurna,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Makrum diusul PAW oleh DPA Partai Aceh melalui suratnya nomor 108/DPA-PA/VII/2017 tanggal 11 Juli 2017. Surat tersebut ditujukan kepada Ketua DPRA untuk dilanjutkan ke Gubernur Aceh dan diteruskan ke Mendagri, Tjahjo Kumolo.

Makrum sendiri tidak menerima usulan PAW dan menggugat partainya ke Pengadilan Negeri Banda Aceh. Namun, majelis hakim dalam putusan selanya, Senin (6/11), menyatakan tidak berwenang mengadili perkara tersebut karena terkait perselisihan internal partai.

Menurut majelis hakim, perkara itu harus diselesaikan di tingkat internal partai sebelum ke pengadilan. Makrum melalui kuasa hukumnya M Isa Yahya tidak menerima putusan itu dan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Di sisi lain, Mendagri melalui surat putusannya Nomor 161.11-8487 tahun 2017, tanggal 27 Oktober 2017, mengabulkan permohonan PAW Makrum Thahir dan mengangkat Dahlan Jamaluddin sebagai penggantinya.

Makrum Thahir yang dihubungi Serambi, Senin (13/11) malam mengaku belum menerima putusan Mendagri, Tjahjo Kumolo yang memberhentikannya atas usul pergantian antarwaktu (PAW) oleh DPA Partai Aceh.

Dirinya mengatakan akan mengajukan kasasi atas gugatannya yang sebelumnya ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (6/11). “Kasasi besok kita daftarkan. Kita diberikan waktu 14 hari sejak putusan di pengadilan,” katanya.

Pengajuan upaya hukum ke pengadilan jelas Makrum, karena tidak bisa mengadu ke partai. Sebab, Tuha Peut Partai Aceh sebagai lembaga pengadil di partai dinilai tidak lagi memiliki anggota yang jelas setelah dr Zaini Abdullah dan Zakaria Saman keluar dari partai itu.

“Saat ini hanya tinggal Malik Mahmud. Sementara Nyak Cut Sari yang juga anggota Tuha Peut sudah duluan meninggal. Jadi ke mana lagi kita mengadu kalau bukan ke pengadilan. Ini bukan masalah kalah atau menang, tapi proses PAW yang tidak sesuai procedural,” ucapnya.

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab dirinya di PAW. “Saya tidak tahu kenapa di PAW, tiba-tiba saja sudah tiba surat PAW. Saya tidak tahu apa kesalahan saya. Kalaupun ada kesalahan, kan ada surat peringatan dulu mestinya,” ujar Makrum.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help