SerambiIndonesia/

LBH: Evaluasi LP Aceh Barat

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Meulaboh meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumham)

LBH: Evaluasi LP Aceh Barat
Demonstran yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kutacane terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat berlangsungnya unjukrasa di depan Gedung DPRK Agara. SERAMBI /ASNAWI 

* Terkait Kasus Kaburnya Tahanan Lapas

MEULABOH - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Meulaboh meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumham) Aceh mengevaluasi dan membenahi menyeluruh pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh Aceh Barat.

“Ini perlu dilakukan agar ke depan tidak ada lagi kasus petugas yang membawa ke luar tahanan dengan melanggar aturan yang berlaku,” kata Koordinator LBH Pos Meulaboh Herman SH kepada Serambi kemarin.

Ia mengatakan itu terkait dengan ditetapkannya seorang sipir LP Meulaboh Munardi sebagai tersangka dalam kasus membantu membawa ke luar Ansari, tahanan kasus pembunuhan bersenjata api dari dari LP Meulaboh Senin pekan lalu. “Jangan biarkan lembaga LP rusak karena oknum sipir. Berikan sanksi tegas yang terbukti terlibat,”tegasnya.

Herman mengatakan Kemenkumham Aceh harus terbuka dalam proses pemeriksaan internal di LP Meulaboh. Apalagi kasus membawa ke luar tahanan hingga kabur juga terjadi sekitar sebulan lalu pada seorang anggota DPRK Nagan Raya, meski berhasil kembali dibekuk polisi di Nagan Raya.

“Sanksi untuk sipir yang terlibat membawa ke luar tahanan asal Nagan Raya sehingga kabur pada bulan lalu juga tidak diketahui,” ungkapnya. LBH menyatakan Kemenkumham harus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan yang lebih detil serta memastikan bila ada oknum sipir yang nakal mendapat sanksi tegas. “Masih banyak sipir yang baik. Jangan gara-gara oknum lembaga LP menjadi rusak,” ujarnya.

Seperti diketahui Polres Aceh Barat, Rabu (8/11), menetapkan Munardi, sipir LP Kelas IIB Meulaboh, sebagai tersangka dalam kasus membawa ke luar Ansari yang merupakan tahanan kasus pembunuhan bersenjata api (senpi). Ansari diduga dibawa ke luar oleh sipir LP tersebut pada Senin (6/11).

Dia membawa ke luar Ansari secara diam-diam dari LP mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dengan dalih hendak mengambil sebuah mobil milik Ansari di Simpang Rundeng Meulaboh. Namun, kesempatan itu ternyata dimanfaatkan oleh Ansari untuk melarikan diri. Ansari merupakan penduduk Desa Ujong Raja, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, yang terlibat kasus pembunuhan terhadap Muhammad dengan menggunakan senjata api pada tahun 2011 silam.

Selama enam tahun terakhir, Ansari buron dan berhasil diringkus tim Polda Aceh dan Polres Aceh Barat pada 22 Mei 2017 di Meulaboh. Sepucuk senjata api AK-56 dan amunisi 51 butir ikut diamankan bersamanya. Selama di LP Ansari merupakan tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh karena masih dalam proses persidangan.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi memastikan dalam pekan ini akan memeriksa Kepala LP Kelas IIB Meulaboh Sapto Winarno terkait kasus kaburnya Ansari dari LP Meulaboh.

“Pemeriksaan memastikan terhadap sejumlah informasi dan hasil penyelidikan termasuk informasi Ansari disebut-sebut sudah beberapa kali dibawa ke luar oleh oknum sipir dan ada dugaan Ansari tahanan `istimewa’ di LP,” katanya. Sementara itu Kepala LP Kelas IIB Meulaboh Sapto Winarno mengatakan LP Meulaboh sejauh ini belum dilengkapi CCTV (kamera video pengawas). Padahal keberadaan alat tersebut memudahkan untuk memantau kegiatan di dalam LP.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help