SerambiIndonesia/

Tafakur

Mengabaikan Petunjuk

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, meskipun terhadap

Mengabaikan Petunjuk

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, meskipun terhadap diri kamu sendiri, ibu bapakmu, dan kaum kerabatmu, baik ia kaya atau ia miskin. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, supaya kamu tidak menyimpang. Dan jika kamu memutarbalikkan atau menyimpang dari keadilan, maka Allah Maha Tahu atas segala perbuatanmu” (QS. An Nisa’: 135).

Sebahagian orang begitu sering mengabaikan petunjuk Allah dalam Alquran, demi mementingkan hawa nafsu. Misalnya, ketika “orang kecil” bersalah, begitu cepat diambil tindakan hukumnya. Sedangkan bila “orang besar” bersalah, berlapis-lapis alasan dibuat, berbulan-bulan harus menunggu keputusannya dan bertumpuk-tumpuk kertas dihabiskan untuk membelanya agar tidak terjerat hukum. Padahal perilaku-perilaku buruk itu telah sangat parah menghancurkan negeri dan meracuni pikiran banyak orang untuk ikut melakukannya.

Kalau dipikir lebih lanjut, sebenarnya dampak perilaku buruk orang-orang besar malah lebih besar dan luas pengaruh buruknya terhadap bangsa, negara, dan bahkan agama. Alasannya, merekalah yang memegang kekuasaan tinggi dan yang membuat keputusan terhadap urusan-urusan suatu negeri. Karena itu, kontrol terhadap perilakumereka seharusnya ketat demi kebaikan bangsa. Namun sayangnya, umumnya perilaku-perilaku merekalah yang dibela habis-habisan atau dibiarkan tanpa dihukum.

Sedangkan Nabi Muhammad SAW, siapapun yang bersalah, apakah itu orang kaya atau orang miskin, pejabat atau rakyat biasa, anggota masyarakat atau anggota keluarga sendiri, diperlakukan sama di depan hukum. Hukum Allah sangat menjunjung tinggi keadilan untuk siapa saja, sehingga Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam ini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help