SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Mengenal Financial Technology

PERKEMBANGAN teknologi dengan berbagai inovasinya belakangan ini telah menyasar ke berbagai industri

Mengenal Financial Technology
StartupStockPhotos/Pixabay
Ilustrasi internet 

Oleh Teuku Munandar

PERKEMBANGAN teknologi dengan berbagai inovasinya belakangan ini telah menyasar ke berbagai industri. Tercatat industri media, film, musik, telekomunikasi, dan transportasi telah terdampak oleh kemajuan teknologi. Dan kini sektor keuangan pun tak luput dari serbuan inovasi teknologi, bahkan sektor ini disebutkan sebagai sektor yang paling terdampak atas kemajuan teknologi. Istilah Financial Technology (Fintech) atau Teknologi Finansial, menjadi satu topik yang hangat dibicarakan, baik di tingkat Nasional maupun global. Menurut data Google Analytics, dalam kurun waktu 2015-2017, intensitas pencarian kata Fintech pada searching engine Google mengalami peningkatan yang tajam.

Berdasarkan literatur dan referensi yang ada, Fintech memiliki terminologi yang generik dengan cakupan pengertian yang luas. Lembaga riset NDRC (The National Digital Research Centre) menyebutkan bahwa Fintech adalah sebuah istilah untuk “inovasi dalam jasa finansial”, baik itu produk baru dari sebuah startup atau adopsi pendekatan baru dari pemain yang ada, di mana teknologi adalah kuncinya. Sementara Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo dalam sambutan kuncinya (keynote speech) di acara Indonesia Fintech Festival and Conference 2016, di Jakarta mengatakan bahwa Fintech merupakan layanan keuangan yang berbasis teknologi informasi seperti big data, cloud computing, dan distributed ledger system.

Inovasi sektor keuangan
Dari berbagai referensi yang ada, dapat disimpulkan secara umum bahwa Fintech adalah penggunaan teknologi dalam inovasi di sektor finansial/keuangan. Lebih lanjut FSB (Financial Stability Board), lembaga internasional yang memonitor dan membuat rekomendasi mengenai sistem keuangan global, membagi Fintech ke dalam empat kategori transaksi berdasarkan jenis inovasinya, yaitu:

Pertama, deposits, lending, dan capital raising. Transaksi yang tergolong dalam kategori ini adalah crowdfunding dan peer to peer lending. Crowdfunding adalah penggalangan dana dari sejumlah orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet. Crowdfunding lazim digunakan untuk menghimpun modal. Return bagi investor dapat berupa reward atau equity return (termasuk donasi). Sementara peer to peer lending merupakan skema pemberian pinjaman secara elektronik. Kelayakan peminjam (borrower) dianalisa oleh platform. Investor dapat memilih calon peminjam yang telah diverifikasi (verified borrower) untuk diberi pinjaman.

Kedua, market provisioning. Dalam kategori ini transaksinya dikenal dengan istilah e-Agregator, yaitu platform yang mengumpulkan dan mengolah berbagai data sehingga dapat memberikan informasi tertentu kepada pengguna secara online. Melalui informasi tersebut, pengguna dapat memilih produk/jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Satu contohnya adalah aplikasi/platform yang menawarkan informasi mengenai berbagai produk kartu kredit, dengan keunggulan dan kelemahannya. Sehingga masyarakat dapat memilih kartu kredit mana yang sesuai dengan kebutuhannya.

Ketiga, payments, clearing and settlement. Transaksi dalam kategori ini digunakan untuk pembayaran, kliring, dan setelmen. Satu contohnya adalah Mobile Payment, yang merupakan bentuk optimalisasi perangkat mobile guna melakukan transaksi pembayaran.

Keempat, investment and risk management. Dalam kategori ini beberapa transaksi yang umumnya dilakukan adalah dalam bentuk Robo Advice, E-Trading, dan Insurance. Robo Advice merupakan layanan manajemen investasi online yang bekerja secara otomatis untuk memberikan saran investasi berbasis algoritma and data customer. Sementara E-Trading adalah platform online yang memungkinkan pengguna melakukan jual-beli instrument keuangan tanpa bantuan broker, seperti valuta asing, surat berharga, dll. Sedangkan Insurance merupakan platform yang bekerja di atas teknologi big data guna merumuskan produk secara customized sesuai kebutuhan pengguna, automatic underwriting, auto claim, dan marketing sesuai target pasar.

Semua platform Fintech dalam keempat kategori tersebut menggunakan basis teknologi berupa distributed ledger, big data, cloud computing, dan smart contracts. Pengertian distributed ledger secara ringkas adalah layaknya seperti sebuah buku besar yang verifikasi dan pencatatan transaksinya dapat dilakukan banyak pihak sesuai protokol yang telah ditetapkan (distributed database). Sedangkan big data merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu set data yang sangat besar. Diperlukan suatu perangkat teknologi (baik hardware maupun software) untuk mengungkapkan informasi dari sekumpulan data yang beragam, kompleks dan berskala besar sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna. Sementara cloud computing merupakan suatu pemanfaatan teknologi, baik berupa platform, aplikasi, atau infrastruktur dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan/cloud), sehingga pengguna tidak perlu memiliki sendiri teknologi dimaksud. Dan yang terakhir adalah smart contract, merupakan protokol komputer yang berisi berbagai parameter dan term and condition, layaknya kontrak namun dalam bentuk digital. Perbedaan utama dari smart contract dengan kontrak manual adalah kemampuan untuk melakukan verifikasi kondisi dan eksekusi secara otomatis sesuai dengan parameter serta term and condition yang telah ditetapkan.

Bukan transaksi baru
Transaksi-transaksi Fintech tersebut pada umumnya bukanlah jenis transaksi baru, karena selama ini mungkin kita sudah kenal dan melakukannya. Namun yang membedakannya adalah bila sebelumnya dilakukan melalui layanan lembaga keuangan atau fasilitator lainnya, maka kini kesemuanya dapat dilakukan melalui suatu teknologi aplikasi yang dioperasikan melalui smartphone, laptop, atau gawai (gadget) lainnya, sehingga dianggap lebih cepat dan simple oleh masyarakat.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help