SerambiIndonesia/

Tawon Serang Rombongan Pengantar Pengantin

Kejadian yang tak diduga-duga menimpa rombongan pengantar pengantin di Bener Meriah, sehingga keceriaan

Tawon Serang Rombongan Pengantar Pengantin
Korban penyerangan kawanan tawon yang melukai sebanyak enam orang, di daerah Mantam, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Keenam korban yang kini dirawat di RSUD Muyang Kute tersebut, diserang kawanan tawon ketika selepasa mengantar penganting baru ke Samarkilang Senin (13/11). SERAMBI/MUSLIM ARSANI 

* Enam Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

REDELONG - Kejadian yang tak diduga-duga menimpa rombongan pengantar pengantin di Bener Meriah, sehingga keceriaan mereka mendadak buyar, berganti panik dan duka. Itu karena, rombongan tersebut selepas mengantar pengantin wanita dari Pondok Baru ke Samarkilang, Syiah Utama, Bener Meriah, Minggu (12/11) sore, tiba-tiba dihadang dan diserang kawanan tawon di Mantam, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama.

Akibat serangan itu, enam pengantar pengantin, semuanya warga Bener Meriah, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Bener Meriah. Sebagian mereka nyaris pingsan, sehingga harus dirawat intensif.

Seorang korban sengatan serangga berbisa itu, Siswanto (37) yang ditanyai Serambi di RSUD Muyang Kute kemarin mengatakan, ketika rombongan pengantar pengantin menuju Pondok Baru selepas mengantar pengantin wanita dari Samarkilang tiba-tiba di daerah Mantam, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, dihadang dan diserang ribuah lebah.

“Tawon menyerang kami sepulang mengantar manten ke Samarkilang. Jelas saja kami panik. Saat itu rombongan pengantar pengantin berboncengan naik sepeda motor. Rombongan yang naik mobil sudah sampai duluan. Ada sekitar sepuluh kendaraan roda dua saat itu. Namun, yang paling parah diserang tawon ada enam pengendara sepeda motor sehingga harus dirawat, termasuk saya,” kata Siswanto.

Menurut Siswanto, karena diantup ribuan lebah sehingga ia tak sanggup berdiri. “Sakitnya luar biasa, terasa sampai ke tulang. Saya sampai hampir hilang kesadaran. Untunglah ada beberapa anggota TNI dari Danramil Syiah Utama yang kebetulan melintas naik mobil. Merekalah yang menolong dan membawa kami ke Puskesmas Bandar, puskesmas terdekat dari tempat kejadian,” kata Siswanto.

“Dalam keadaan lemah, di perjalanan kami harus menahan sakit yang luar biasa, sebab jarak dari lokasi kejadian ke puskesmas terdekat sangat jauh,” ungkap Siswanto.

Lokasi kejadian itu terbilang jauh dari Pondok Baru, sekitar tiga jam perjalanan darat. Itu sebab, saat sampai di Puskesmas Bandar, hari mulai malam. Karena kondisi para korban mencemaskan, akhirnya semua dirujuk ke RSUD Muyang Kute.

Dokter Andri SpB yang menangani pasien serangan tawon itu kepada Serambi menjelaskan, setelah sehari dirawat kondisi seluruh pasien membaik. “Kondisi mereka saat ini sudah stabil, tapi saat mereka datang kondisinya sangat lemah dan tubuh mereka bengkak. Jika disengat tawon ya nyerinya memang luar biasa,” kata dr Andri.

Menurutnya, di antara korban serangan lebah itu ada yang masih bocah karena dibawa kedua orang tuanya ikut dalam rombongan pengantar pengantin. Orang tua bocah itu juga diserang tawon dan hingga tadi malam dirawat di RSUD Muyang Kute.

Para korban terdiri atas sepasang suami istri beserta anaknya, Mahyuddin (40), Sastri (30), dan Sahtiadi Fitra (6). Tiga korban lainnya yang dirawat di ruang penyakit dalam RSUD Muyang Kute adalah Siswanto (37), Ridwan (31) dan Muftah (44), seluruhnya warga Bener Meriah. (c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help