SerambiIndonesia/

Ambulans Ikut Antre di Jembatan Indrapuri

Perbaikan lantai beton jembatan Indrapuri, Aceh Besar, yang dikerjakan sejak bulan lalu hingga Selasa

Ambulans Ikut Antre di Jembatan Indrapuri
Kendaraan antrian menunggu giliran untuk melintas di jembatan Krueng Jreu Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (14/11). Foto kanan : Truk berbadan besar melintas diatas jembatan darurat yang dipasang di atas jembatan tersebut. SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Perbaikan lantai beton jembatan Indrapuri, Aceh Besar, yang dikerjakan sejak bulan lalu hingga Selasa (14/11) belum selesai. Perbaikan itu menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat, terlebih di hari libur, Sabtu dan Minggu, kemacetan bisa mencapai 3-4 kilometer.

Sulitnya melintasi jembatan Indrapuri tak hanya dirasakan sopir angkutan saja. Kondisi itu juga dikeluhkan pengemudi mobil jenazah dan ambulans. Walau diberi akses lebih mudah untuk melintas, namun sistem buka tutup yang dilakukan petugas guna mengurai kemacetan ikut menyendatkan perjalanan angkutan milik rumah sakit tersebut.

Seperti yang diungkapkan Aris, sopir ambulans Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Dikatakan, dirinya harus selalu berhadapan dengan kemacetan di jembatan Indrapuri karena pekerjaannya harus membawa orang sakit atau meninggal. “Memang ambulans dipersilakan menunggu di depan jembatan, namun baru bisa bergerak jika kendaraan yang dari depan selesai melewati jembatan,” ujarnya.

Sementara Agus, petugas kepolisian yang mengatur arus lalu lintas di jembatan Indrapuri kepada Serambi, Selasa sore mengatakan, antrean panjang seperti itu akan terus terjadi hingga perbaikan lantai beton jembatan selesai dikerjakan.

Namun begitu, katanya, untuk mobil ambulans yang bawa orang sakit atau jenazah, bisa langsung masuk ke depan jembatan. Setelah antrean mobil dari depan selesai, ambulans dipersilakan lewat lebih dulu. “Kami tak tahu pasti kapan perbaikan lantai jembatan itu selesai dikerjakan dan bisa dilalui dari dua arah,” ujarnya.

Dikatakan, ada tiga titik lokasi lantai jembatan yang rusak dan perlu di cor kembali. Dua titik berada di tengah jembatan dan telah di cor. Namun kedua titik itu belum bisa digunakan karena coran betonnya belum masak. Jadi, kata Agus dan temannya, sebagai petugas yang diminta untuk membantu mengawasi dan mengatur arus lalu lintas di jembatan itu agar bisa lancar. “Kami harus jaga 24 jam, saling bergantian. Kalau tidak diatur, arus lalu lintasnya bisa macet,” pungkasnya.

PPK Jembatan Indrapuri, Safaruddin, kepada Serambi Selasa (14/11) mengatakan, pekerjaan pengecoran lantai jembatan yang rusak sudah hampir rampung. Dari tiga titik lokasi lantai jembatan yang rusak dan perlu dicor kembali, dua diantaranya sudah selesai dikerjakan, tapi lantai jembatan belum bisa dilalui dan harus menggunakan jembatan darurat.

Satu titik lokasi lagi, kata Safaruddin, pengecorannya akan dilakukan Kamis (16/11) dini hari mulai pukul 00.00-04.00 WIB. Setelah seluruh lantai jembatan dicor, dan jika sudah bisa dilalui baru dilakukan pengaspalan. Masa pemasakan lantai beton yang baru dicor itu lebih dari 30 hari. Safaruddin meminta kepada pengendera jalan, untuk bisa bersabar, karena pekerjaan perbaikan lantai jembatan tinggal satu titik lokasi lagi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help