SerambiIndonesia/

Empat Paus Mati, 6 Kembali ke Laut

Empat dari 10 ikan paus jenis sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pantai Ujong Kareung dilaporkan

Empat Paus Mati, 6 Kembali ke Laut
RATUSAN warga melihat proses penguburan bangkai paus yang mati di bibir pantai Ujong Kareung, Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Selasa (14/11). Empat dari 10 ekor paus yang terdampar, Senin (13/11), mati dan dikuburkan di pantai tersebut. 

BANDA ACEH - Empat dari 10 ikan paus jenis sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pantai Ujong Kareung dilaporkan mati, Selasa (14/11) dini hari. Sedangkan enam lainnya berhasil ditarik menggunakan boat ke laut lepas.

Keempat paus yang mati dikuburkan tadi malam di lokasi kawanan mamalia itu terdampar, yaitu Pantai Gampong Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Satwa itu mati di tiga lokasi terpisah berjarak sekitar 100 meter antara satu dengan lainnya.

Penguburan keempat satwa laut dilindungi itu harus melibatkan dua alat berat jenis beko karena besar dan dalamnya lubang yang harus disiapkan. Sebenarnya, dua dari empat paus yang akhirnya mati itu sudah berhasil ditarik ke laut, namun kembali lagi ke daratan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada Serambi kemarin mengatakan, proses evakuasi untuk menarik paus dilakukan sejak Senin (13/11) siang hingga Selasa (14/11) dini hari dengan melibatkan banyak pihak. Enam paus yang diikat tali pada ekornya berhasil ditarik ke laut oleh boat dari Satker Pengawasan

Sumberdaya Kelautan dan Perikananan (PSKDP) Aceh, SPP Ladong, dan boat milik nelayan. Pada pukul 03.00 WIB dini hari, Selasa (14/11), tim identifikasi melaporkan tiga paus mati sehingga proses evakuasi sempat dihentikan. Tak lama kemudian, tepatnya pukul 05.30 WIB, satu paus lainnya juga mati.

Enam paus yang berhasil digiring ke laut diprediksi masih berada di perairan Durung, karena sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin, saat proses evakuasi masih berlangsung beberapa paus tampak muncul sekitar satu mil dari bibir pantai kawasan itu.

Proses penguburan keempat bangkai paus sempat tertunda yang awalnya akan dilakukan pada siang hari. Penundaan itu atas permintaan pihak Kementerian Kelautan di Jakarta karena tim dokter sedang bergerak ke Aceh untuk melakukan nekropsi (pembedahan).

Namun rencana pengiriman tim dokter dari Kementerian Kelutan gagal sehingga proses nekropsi dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah. Rencananya, bangkai paus itu akan dilakukan nekropsi dengan pembedahan badan paus untuk memeriksa organ dalam supaya diketahui penyebab kematian. Namun karena keterbatasan waktu, tim dokter hanya melakukan minor nekropsi yaitu dengan mengambil sample daging, kulit, hingga gigi paus.

“Karena sudah mulai gelap, maka kita hanya melakukan minor nekropsi (pembedahan luar), karena jika kita melakukan pembedahan besar terkendala dengan banyaknya masyarakat yang mengerumuni paus, itu akan berbahaya nanti bagi mereka,” ujar Aji Sapto.

Pada pukul 20.00 WIB tadi malam, proses minor autopsi sudah selesai dilakukan dan bangkai paus mulai didorong ke dalam lubang kuburan dengan alat berat. Kedalaman lubang mencapai tiga meter. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help