SerambiIndonesia/

Jika Tak Ada Tindak Pidana, Kapolri Janji Kasus Pimpinan KPK Dihentikan

"Kalau nanti keterangan ahli menyatakan bahwa ini tidak ada, bukan tindak pidana, kami hentikan," kata Tito

Jika Tak Ada Tindak Pidana, Kapolri Janji Kasus Pimpinan KPK Dihentikan
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan penyidikan terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, akan berjalan secara obyektif.

Saat ini, polisi tengah meminta keterangan ahli.

"Kalau nanti keterangan ahli menyatakan bahwa ini tidak ada, bukan tindak pidana, kami hentikan," kata Tito di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Tito mengatakan, penyidikan di Polri berbeda dengan di KPK. Di kepolisian, terbitnya surat perintah dimulainya penyidikan ( SPDP) bukan berarti sudah ada tersangka.

Selain itu, penyidikan yang dilakukan Polri juga bisa dihentikan. Hal ini mengacu kepada aturan di Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

"KUHAP itu SPDP bisa tanpa tersangka dan bisa dihentikan tengah jalan," ucap Tito.

(Baca: Tiga Kali Mangkir, Mahfud MD Sebut KPK Bisa Panggil Paksa Setya Novanto, Kalau Perlu Ditahan)

Dua pimpinan KPK dan sejumlah penyidik dilaporkan oleh pengacara Novanto, Sandy Kurniawan.

Keduanya diduga membuat surat palsu dan menyalahgunakan wewenang dalam menerbitkan surat menyurat terkait Novanto.

Surat yang dimaksud adalah permintaan cegah ke pihak Imigrasi terhadap Novanto yang terbit pada 2 Oktober 2017.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help