SerambiIndonesia/

Kawanan Paus Terdampar Pertanda Apakah Ini?

SEBAGIAN warga yang mendiami wilayah pesisir Aceh Besar, dihebohkan dengan satu kawanan ikan paus yang berjumlah 10 ekor

Kawanan Paus Terdampar Pertanda Apakah Ini?
SERAMBI/MUHAMMAD NASIR
Empat bangkai paus masih tergelatak di bibir Pantai Ujong Kareung, Gampong Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. 

SEBAGIAN warga yang mendiami wilayah pesisir Aceh Besar, dihebohkan dengan satu kawanan ikan paus yang berjumlah 10 ekor, terdampar di pantai Ujong Kareung, Gampong Durung, Kecamatan Masjid Raya. Peristiwa langka yang terjadi Senin (13/11) pagi itu, cepat menyebar ke tengah masyarakat, termasuk warga kota Banda Aceh. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat, bibir pantai tempat terdamparnya kawanan ikan raksasa itu pun dipadati pengunjung.

Terdamparnya kawanan ikan paus jenis sperma (Physeter macrocephalus) itu, seperti diberitakan harian ini kemarin, ternyata juga menarik perhatian para akademisi dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Para insan kampus tersebut, tampak seperti tak menyia-nyiakan momentum riset dan objek penelitian gratis tersebut untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Mereka mengukur besar dan panjang tubuh makhluk raksasa yang hidup di laut dan suka berimigrasi, mengelilingi dunia dari kutub utara ke kutub selatan itu, serta mengambil sample cairan tubuhnya untuk diteliti. Bahkan, yang juga patut diapresiasi adalah kaum akademisi dari Unsyiah tersebut, bersama warga dan regu penolong, ikut membantu mengobati paus yang luka dan kemudian berupaya mendorong kawanan ikan paus tersebut kembali ke tengah lautan.

Namun, mendorong dan mengembalikan kawanan ikan paus tersebut dengan menggunakan sejumlah boat, kembali ke habitatnya ke tengah lautan, tidak berhasil sepenuhnya. Sebab, dari 10 ekor, empat di antaranya mati sebelum sempat menjauh dari bibir pantai kawasan Ujong Kareung, Aceh Besar itu.

Peristiwa terdamparnya ikan paus di kawasan pesisir pantai Aceh ini merupakan yang ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir. Pada 2015 silam, seekor bangkai ikan paus ditemukan oleh nelayan di Sabang. Kemudian, pada Agustus 2016 lalu, seekor ikan paus dengan panjang 10 meter dan berat 7-8 ton juga ditemukan terdampar di kawasan pantai Alue Naga, Banda Aceh.

Sejauh ini, belum diketahui persis mengapa kawanan ikan paus, yang biasanya hidup di laut dalam itu sampai terdampar di Aceh. Pertanda apakah ini?

Menurut Teuku Nurmahdi, Kabid Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, ikan paus itu merupakan hewan berkelompok yang setiap musim bermigrasi dari satu perairan ke perairan lain. Kawanan yang terdampar ini diprediksi satu kawanan paus yang sedang bermigrasi dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik, ataupun sebaliknya.

Apalagi, menurut Nurmahmudi, saat ini sedang terjadinya pergantian musim. Tentunya, karena paus merupakan hewan yang hidup berkelompok, maka jika ada satu saja yang sakit lalu terdampar, biasanya yang lainnya juga akan mengikuti, sehingga terdampar bersama-sama seperti ditemukan di kawasan pantai Ujong Kareung itu.

Sementara itu, Dekan FKP Unsyiah, Prof Dr Adlim MSc mengaku tidak tahu persis mengapa sekawanan paus sperma itu tiba-tiba terdampar di pantai Aceh. Namun, menurut prediksi dan analisisnya bersama sejumlah akademisi di fakultas itu, setidaknya ada empat kemungkinan penyebabnya: Pertama, karena paus-paus itu berburu ikan kecil di pinggir pantai, sehingga terdampar;

Kedua, karena sedang migrasi (berpindah) dari satu tempat ke tempat lain, lalu terbawa arus masuk ke perairan dangkal dalam keadaan kelelahan atau terluka; Ketiga, karena di perairan dangkal banyak gangguan suara sehingga sistem navigasi mereka —dalam bentuk gelombang suara— menjadi kacau semua; Dan, keempat, pemimpin yang memandu kawanan paus itu diduga rusak organ navigasinya, sehingga semua kawanan itu ikut terdampar karena dipandu oleh paus yang kebetulan sudah rusak organ navigasinya.

Pakar kimia jebolan FKIP Unsyiah itu, akhirnya menyudahi analisisnya dengan bersandar pada fakta religi bahwa “Penjelasan yang paling sesuai dengan fakta sebenarnya itu adalah Allahu a’lam. Allahlah Yang Mahatahu mengapa sepuluh paus itu terdampar di perairan Aceh Besar.” Nah!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help