SerambiIndonesia/

Tafakur

Pintu Taubat

Sesungguhnya Allah taala menerima taubat hamba-Nya selama ruh belum sampai di kerongkongan

Pintu Taubat

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Allah taala menerima taubat hamba-Nya selama ruh belum sampai di kerongkongan” (HR al-Timirzi, Ibn Majah, & al-Nasa’i).

Pintu taubat selalu terbuka setiap saat bagi setiap insan, tetapi kebanyakan kita cenderung memilih menjauh karena lebih lebih memilih memperturutkan hawa nafsu. Padahal sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah (QS. Yusuf: 53). Sehingga tak mengherankan bila sebahagian orang betah melakukan kejahatan-kejahatan, walaupun merusak orang banyak dan senang menikmati hasilnya. Padahal yang demikian menambah keras hati atau bebal dalam dosa, apalagi bagi orang-orang yang tak disegerakan azab.

Padahal tak mendapat azab setelah melakukan kejahatan demi kejahatan bukan karena luput dari perhatian Allah. Tetapi lebih karena ditundanya azab. Sebagaimana telah diingatkan dalam Alquran: “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak” (QS. Ibrahim: 42).

Karena itu, sepantasnya kita segera menuju pintu taubat. “Setiap manusia pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah ia segera bertaubat” (HR. al-Hakim, Ahmad, al-Tirmizi, dan lain-lain).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help