SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Tes Pegawai BPMA

MOHON maaf kalau agak sedikit lancang, dalam beberapa hari ini saya dikejutkan dengan adanya tes penerimaan

Tes Pegawai BPMA
SERAMBINEWS.COM
Pengumuman jadwal tes Badan Pengelola Migas Aceh 

(Mencari Dosen Bahasa Inggris atau Profesional Migas?)

Oleh Herry Dharmawan

MOHON maaf kalau agak sedikit lancang, dalam beberapa hari ini saya dikejutkan dengan adanya tes penerimaan pegawai Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) di koran dan situs Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Jumlah pendaftaran yang sangat luar biasa banyaknya dari berbagai bidang dan keahlian yang diinginkan oleh panitia penerimaan pegawai BPMA.

Memang tidak aneh kalau banyaknya pendaftar, baik dari dalam maupun luar Aceh, karena pada saat ini memang sempitnya lapangan kerja dan sangat sulit keadaan bagi dunia migas, karena jatuhnya harga minyak dan gas yang sangat drastis alias terjun bebas.

Saya dan mungkin pembaca juga menjadi pertanyaan; mengapa judul tulisan yang saya berikan sangat aneh. Karena memang dalam penerimaan pegawai BPMA adanya tes Bahasa Inggris hingga tiga kali, sangat banyak memboroskan anggaran dan tenaga, serta waktu. Kebiasaan orang yang sudah berpengalaman di dunia migas baik di dalam maupun luar negeri, secara otomatis memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang sudah sangat memadai dan bisa diterima oleh perusahaan berskala international.

Dari halaman informasi CDC Unsyiah, jadwal sebagai berikut:
1. Ujian tes kompetensi Bahasa Ingrris pada 14 November 2017; 2. Ujian tes kompetensi Bahasa Inggris dan sikap kerja 16 November 2017; 3. Ujian tes Bahasa Inggris untuk profesional pada 21 November 2017; 4. Wawancara tanggal 22 s/d 24 November 2017.

Pengalaman pribadi
Dari pengalaman saya secara pribadi, untuk bisa diterima di perusahaan yang berskala internasional, tidak pernah ada tes Bahasa Inggris hingga tiga kali, seperti yang terjadi pada seleksi pegawai BPMA.

Dari seleksi perusahaan international hanya dibutuhkan penjelasan kemampuan skill dan pengalaman, serta pendidikan juga pribadi calon yang dipaparkan dalam Bahasa Inggris, dan ini sudah bisa menjadi penilaian dari tim rekrutmen; bagaimana kemampuan calon pekerja dalam berkomunikasi dan kepribadian pegawai.

Kalau kita bandingkan dengan SKK Migas, seseorang bisa dipanggil untuk tes hanya karena relasi/kenal dan memiliki kapasitas yang dicari. Tidak ada tes Bahasa sampai tiga kali, tapi hanya cukup dengan wawancara dan tes kesehatan.

Perlu dipertanyakan; Siapa di balik desain tes BPMA? Apa keuntungan yang mereka cari? Seberapa banyak pengalaman mereka dalam merekrut pegawai? Kita hanya bisa tersenyum melihat kebodohan dalam tes pegawai BPMA.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help