SerambiIndonesia/

Tafakur

Keangkuhan

Keangkuhan ada dalam diri kita masing-masing, sehingga berpeluang mencul dalam bentuk sikap dan perilaku sewaktu-waktu

Keangkuhan
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”
(QS. Lukman: 18).

Keangkuhan ada dalam diri kita masing-masing, sehingga berpeluang
mencul dalam bentuk sikap dan perilaku sewaktu-waktu. Bila muncul
bisa membuat lupa diri insan lemah yang hidup sebentar di dunia ini
dengan mengandalkan harta pinjaman dari Allah. Bila tak dikendalikan,
rasa angkuh akan bertambah-tambah hingga merusak diri dan amal.

Kita diajarkan untuk mengendalikan diri dengan mengisi bilik hati
dengan iman yang kuat. Sebagaimana diingatkan oleh Rasulullah SAW,
hati mempengaruhi seluruh tubuh, seperti sikap dan perilakunya. Hati
yang disinari cahaya iman kuat akan senantiasa menuntun untuk bersikap
dan berperilaku sesuai dengan petunjuk Allah.

Untuk menguatkan iman mengharuskan usaha mempelajari ilmu yang benar
dan mengamalkannya. Ilmu yang benar akan mencerahkan pikiran dan
membantu menundukkan segala macam hal-hal yang tidak baik yang dalam
diri kita, termasuk keangkuhan. Sehingga menjadi sangat ironis bila
seseorang yang sudah tinggi ilmunya tinggi pula keangkuhan dirinya.

Bila itu terjadi, maka itu pertanda adanya niat yang salah dalam
menuntut ilmu. Mempelajari ilmu bukan diniatkan karena Allah, tetapi
untuk menunjukkan kehebatan diri, suatu wujud dari keangkuhan. Yang
demikian bukan hanya tidak berpahala dari usaha menuntut ilmu, tetapi
berdosa.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help